Breaking News:

Teroris Serang Mabes Polri

Hasil Analisis Ahli soal Aksi Teror di Mabes Polri, Nekat atau Terencana?

Namun dalam aksi teror di Mabes Polri, dirinya melihat adalah aksi terencana, bahkan lebih dari itu.

Editor: Vivi Febrianti
Kolase Tribunnews: Tangkap layar channel YouTube Baitul Maal Hidayatullah dan KompasTV
(Kiri) Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel dan (Kanan) Teroris di Mabes Polri pada Rabu, 31 Maret 2021 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel memberikan analisisnya terkait serangan teror di Mabes Polri, Rabu (30/3/2021) sore.

Utamanya melihat apakah aksi teror tersebut nekat atau bahkan terencana.

Reza memaknai kata nekat dengan mengesankan pelaku tidak pakai kalkulasi.

Namun dalam aksi teror di Mabes Polri, dirinya melihat adalah aksi terencana, bahkan lebih dari itu.

"Saya justru membayangkan ini bukan hanya serangan terencana terhadap polisi. Bukan sebatas ingin memviktimisasi polisi," katanya kepada Tribunnews, Kamis (1/4/2021).

Reza menyakini, pelaku teror di Mabes Polri sudah pasti bisa membayangkan risiko yang akan dia hadapi saat menyerang di pusat jantung lembaga kepolisian.

Baca juga: Kesaksian Tukang Parkir Lihat Terduga Teroris di Mabes Polri, Rekan Pria ZA Tak Turun dari Mobil

Baca juga: Mabes Polri Diserang, Polsek Kemang Bogor Tingkatkan Keamanan

"Jadi, serangan tersebut sekaligus merupakan aksi terencana untuk bunuh diri (suicide by cops)," katanya menekankan.

Pria yang juga sebagai konsultan Lentera Anak Foundation ini melanjutkan analisisnya.

Reza kemudian melempar pertanyaan, apakah setiap serangan termasuk penembakan terhadap polisi bisa disebut sebagai aksi teror?

Ia menyebut, di Amerika Serikat, mengacu The Serve and Protection Act, serangan terhadap aparat penegak hukum disebut sebagai hate crime. Bukan terrorism.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved