3 Hari Tidur Ditemani Mayat, Terungkap Motif Suami Bunuh Istri yang Hamil, Sakit Hati Dibilang Ini
Tersangka secara sadar juga mengakui mengetahui istrinya dalam kondisi hamil dengan usia kandungan sekitar lima bulan saat dibunuh.
Penulis: khairunnisa | Editor: Vivi Febrianti
"Jadi kejadiannya hari Senin. Selanjutnya korban yang sudah meninggal dunia itu dibiarkan terbaring di atas kasurnya dalam kamar yang dihuni oleh tersangka.
Setelah dua hari mulai mencium bau menyengat, akhirnya pada Rabu (21/4/2021) tersangka membawa jasad korban ini menggunakan gerobak sampah dan membuangnya ke area lahan parkir yang sepi," terang AKBP Oki Ahadian.
Pelaku lalu membuang jenazah dengan dibungkus kasur beserta kain baju hingga handuk.
Jenazah dibuang di tanah lapang dekat Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.
"Jenazah bayi tersebut lalu ikut dibuang bersama jasad ibunya di tanah lapang daerah Kelurahan Jambangan, Surabaya," ujar AKBP Oki Ahadian.
Saat dibunuh, korban PIC sedang hamil lima bulan.
Ibu dua anak itu pun tewas bersama janin yang merupakan anak ketiganya.
Janin tersebut keluar dari rahim sehari setelah PIC meninggal.
FOLLOW US :
Pengakuan JPK
Berhasil diamankan, JPK lantas mengurai pengakuan mengejutkan.
Kasus pembunuhan tersebut rupanya dilatarbelakangi oleh persoalan ekonomi.
Pelaku JPK mengaku sakit hati dengan sang istri lantaran dihina.
JPK yang pengangguran kadung tak terima dengan ucapan yang kerap dilayangkan istrinya.
"Saya sakit hati terus dihina karena enggak kerja," kata JPK dikutip dari Kompas.com.