Breaking News:

Jeritan Sopir Bus di Tengah Pelarangan Mudik, Pendapatan Anjlok 80 Persen : Boro-boro Baju Lebaran

Suasana Terminal Cibinong, Kabupaten Bogor di momen jelang Lebaran 2021 ini berbeda jauh dibanding tahun-tahun sebelumnya.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Salah satu sopir bus jurusan Bogor - Bandung, Jajang (44) saat ditemui TribunnewsBogor.com di Terminal Cibinong, Senin (3/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Suasana Terminal Cibinong, Kabupaten Bogor di momen jelang Lebaran 2021 ini berbeda jauh dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Senin (3/5/2021), jumlah bus Antar Kota dan Antar Provinsi (AKAP) jurusan Bandung yang terparkir hanya beberapa unit saja.

Keramaian penumpang yang biasa terjadi pun terpantau nyaris tidak nampak sama sekali di terminal ini.

Termasuk bus-bus yang ada pun terpantau sepi dari penumpang.

Salah satu sopir bus jurusan Bogor - Bandung, Jajang (44) mengatakan bahwa kondisi ini menyebabkan pendapatannya menurun drastis.

"Dampaknya sangat bener-bener besar. Penghasilan berkurang terus, hampir 80 persen gak ada," kata Jajang kepada TribunnewsBogor.com, Senin (3/5/2021).

Baca juga: Imbas Larangan Mudik, Sopir Bus AKAP di Parung Bogor Mulai Resah

Dampak ini Jajang rasakan karena penumpang yang kian berkurang dan sepi.

"Sekarang paling 2 orang sekali jalan, barusan dari Bandung saya bawa 9 orang, udah lumayan, biasanya 7 orang, 6 orang. Gak ada yang mudik-mudik, penumpang biasa aja," kata Jajang.

Dibanding tahun-tahun lalu sebelum pandemi, kata dia, 10 hari jelang lebaran penumpang biasanya sudah mulai membludak.

"Dulu mah 10 hari sebelum lebaran sudah membludak, di sini sampai padet, mobil kekurangan (unit) bahkan. Sekali datang penuh, datang penuh," katanya.

Kondisi ini pun membuat Jajang dipusingkan dengan pemasukan untuk keperluan keluarganya terlebih kini sudah memasuki jelang lebaran.

"Boro-boro buat baju lebaran, buat sehari-hari aja kurang," ujar pria asal Bandung ini.

Jajang pun mengharapkan perhatian pemerintah karena sebagai sopir bus penghasilan yang didapat berasal dari komisi dan dipengaruhi penumpang yang didapat.

"Harapan saya bagi kru bis angkutan kalau ini gak ada buat mudik, larangan mudik, harusnya diperhatikan imbasnya, diperhatilan buat keluarga saya, keluarga kru, harusnya ada bantuan-bantuan, ini kan gak ada. Kita gaji mengandalkan komisi, jangankan buat baju atau beli apa buat lebaran, buat sehari-hari aja udah kurang," ungkap Jajang.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved