Breaking News:

Tak Terima Diminta Putar Balik di Puncak Bogor, Pengendara Adu Argumen sampai Ngaku Tetangga Bupati

Peristiwa adu argumen antara petugas dan pengendara warnai penyekatan larangan kendaraan plat luar Bogor di Simpang Gadog

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Ilustrasi - Peristiwa adu argumen antara petugas dan pengendara warnai penyekatan larangan kendaraan plat luar Bogor di Simpang Gadog, Puncak Bogor di momen libur Lebaran 1442 Hijriah / 2021. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG - Peristiwa adu argumen antara petugas dan pengendara warnai penyekatan larangan kendaraan plat luar Bogor di Simpang Gadog, Puncak Bogor di momen libur Lebaran 1442 Hijriah / 2021.

Sejumlah pengendara emosi hingga turun dari kendaraan lalu terlibat perdebatan dengan petugas setelah tak terima diputar balik karena pembatasan kendaraan tersebut.

Seperti yang terjadi pada Sabtu (15/5/2021) ketika volume arus kendaraan di kawasan Puncak Bogor mengalami peningkatan dibanding hari-hari sebelumnya.

Dalam peristiwa perdebatan dengan petugas ini, salah satu pengendara berjaket merah bahkan sampai mengaku sebagai tetangga bupati agar bisa lolos penyekatan.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan bahwa dalam peristiwa tersebut pihaknya tidak melakukan tindakan apapun seperti tilang dan lain-lain kecuali tetap diputar balik.

Baca juga: Antisipasi Kepadatan Imbas Penyekatan di Puncak, Polresta Bogor Kota Lakukan Pengalihan Arus Lalin

Baca juga: Viral Wanita Marahi Petugas di Pos Penyekatan saat Hendak Masuk Anyer, Begini Pengakuannya

Pria berjaket merah tersebut pun akhirnya bersedia mengurungkan niat masuk ke Puncak Bogor setelah terlibat perdebatan tersebut.

"Tilang pun tilang apanya, yang kemaren kalau kita putar balik, ya putar balik, sudah kita putar balikan," kata AKBP Harun kepada wartawan, Minggu (16/5/2021).

Peristiwa adu mulut antara pengendara dengan petugas ini, kata Harun, hanya beberapa kali terjadi.

Itu pun sudah bisa langsung diselesaikan tanpa berbuntut panjang.

"Jarang sekali, karena masyarakat rata-rata sudah paham, mengerti. Baru dua kali, dan itu bisa langsung selesai, wajar lah. Tidak ada yang agresif, mereka hanya mencoba-coba saja, kira-kira, siapa tahu dengan begitu bisa lewat," kata Harun.

Dia menilai adanya beberapa pengendara yang tak terima diputar balik demi mencegah kerumunan di tempat wisata ini adalah hal yang wajar.

"Dinamika pasti ada. Gak mungkin suatu kebijakan itu landai-landai, pasti ada yang mencoba untuk menyampaikan, berdebat itu ada. Ke depan sosialiasi terhadap aturan kita lebih ditingkatkan," ungkap Harun.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved