Breaking News:

Kasus Kerumunan di Megamendung Bogor, Rizieq Shihab Dituntut 10 Bulan Penjara

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan Rizieq bersalah karena terjadinya kerumunan warga di wilayah Meg

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (tengah) berjalan menuju mobil tahanan usai diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (13/12/2020) dini hari. Rizieq Shihab ditahan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyidikan perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 terkait kerumunan di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta pada 14 November lalu. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Rizieq Shihab dituntut 10 bulan penjara dalam kasus kerumunan warga di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan Rizieq bersalah karena terjadinya kerumunan warga di wilayah Megamendung pada 13 November 2020.

"Menjatuhkan pidana terhadap Muhammad Rizieq bin Husein Shihab berupa pidana penjara selama 10 bulan dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan," kata JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (17/5/2021).

Pada tuntutannya JPU menyatakan hal yang memberatkan tuntutan kepada Rizieq di antaranya bahwa kerumunan warga di Megamendung memperburuk kedaruratan kesehatan masyarakat.

Lalu bertentangan dengan program pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 karena kerumunan warga di Megamendung tersebut dikhawatirkan memicu penularan Covid-19 meluas.

Serta dalam sidang kasus kerumunan warga di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah Rizieq dianggap memberi keterangan berbelit-belit sehingga memperlambat sidang.

Setelah JPU membacakan tuntutan, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur Suparman Nyompa bertanya kepada tim kuasa hukum apakah mengajukan pledoi atau pembelaan atas tuntutan.

"Ya, Majelis kami akan mengajukan pembelaan," jawab anggota tim kuasa hukum Rizieq.

Suparman menyatakan tim kuasa hukum Rizieq memiliki waktu menyiapkan pledoi hingga sidang lanjutan perkara kerumunan warga di Megamendung dijadwalkan pada sidang Kamis (20/5/2021).

Dalam kasus ini Rizieq disangkakan pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan yakni: Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved