Breaking News:

Info Ibu Hamil

7 Cara Cepat Hamil yang Bisa Dilakukan Pengantin Baru, Perhatikan Posisi dan Waktu Berhubungan Intim

Untuk itu, pasangan suami istri yang mengalami stress akan mengganggu produksi sel sperma dan sel telur.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti
Istimewa
Ilustrasi 

5. Waktu Berhubungan Intim

Beberapa penelitian, kata dia, menunjukan bahwa kondisi sperma paling optimal itu pagi hari.

"Sebenarnya enggak ada masalah pagi atau siang, yang penting ibunya jangan langsung berdiri atau beraktivitas, nanti spermanya keluar lagi," kata dia.

Untuk itu, sebaiknya setelah berhubungan intim, istri istirahat terlebih dahulu dengan berbaring.

6. Menjaga Kualitas Sperma

Untuk laki-laki, sebaiknya jangan terlalu sering berhubungan seksual.

Kemudian laki-laki juga diminta untuk menghindari rokok.

"Karena rokok itu diindikasi bisa mengganggu jumlah sperma, bentuk sperma," kata dia.

Selain itu kurangi juga alkohol, karena itu juga tidak baik.

"Makan makanan yang bergizi, sayur, buah, plus olahraga yang teratur, kalau perlu konsumsi vitamin," katanya.

Lalu, hindari juga mandi atau berendam air panas.

7. Pola Hidup Sehat

Untuk pasangan suami istri yang ingin cepat dikaruniai momongan, sebaiknya makan-makanan bergizi.

"Banyakin sayuran mengandung zat besi seperti sayuran hijau, beras merah, roti gandum," kata dia.

Kemudian sebaiknya kurangi makanan yang mengandung lemak jahat.

"Lebih baik konsumsi lemak baik, seperti pada ikan, omega 3 dan lainnya," tandasnya.

dr Fransiska juga mengatakan bahwa para wanita jangan malah minum susu dengan alasan takut gemuk.

"Sudah banyak yang low fat kok, minum juga vitamin E dan asam folat ya," jelasnya.

8. Konsultasikan ke Dokter

Terutama untuk pasangan yang sudah menikah kurang lebih satu tahun, berhubungan intim secara teratur, dan tidak menggunakan alat kontrasepsi.

"Tidak ada kata lain, konsultasikan ke dokter untuk mencari penyebabnya," kata dia.

Sebab, mungkin saja ada gangguan infertilitas, misalnya gangguan sel telur atau sperma.

"Atau gangguan pada saluran reproduksi, ketidak seimbangan hormon, jadi itu harus diperiksa lebih lanjut dan dilakukan treatment secara baik," tutupnya.

Selamat mencoba !

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved