Imbas Pandemi Pengunjung Anjlok 90 Persen, Taman Safari Indonesia Tetap Tak Pecat Karyawannya

Imbas pandemi Covid-19, pengunjung Taman Safari Indonesia (TSI) Puncak Bogor anjlok hingga mencapai 90 persen.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Singa Putih di Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Imbas pandemi Covid-19, pengunjung Taman Safari Indonesia (TSI) Puncak Bogor anjlok hingga mencapai 90 persen.

Hal ini diakui Direktur Taman Safari Indonesia Jansen Manansang.

"Tahun 2020 itu turun habis-habisan, hampir 90 persen hilang," kata Jansen Manansang kepada TribunnewsBogor.com.

Memasuki tahun 2021, pemerintah sempat melakukan pelonggaran dan kunjungan wisatawan TSI kembali naik.

Namun, kebijakan pemerintah pada momen lebaran 2021 terkait larangan mudik dan pemutar balikan wisatawan luar Bogor membuat kunjungan kembali anjlok.

"Tapi kami sadar, karena ini kebijakan nasional punya, guna mencegah daripada pencegahan penularan Covid-19," kata Jansen.

Hal ini pun, Jansen akui berimbas pada kondisi keuangan TSI yang turut anjlok.

Sementara satwa-satwa di TSI tetap harus dipikirkan karena butuh makanan terlebih di TSI Group ada 271 satwa langka baru yang lahir di masa pandemi.

Jansen mengaku pihak TSI Bogor terus bertahan serta sama sekali tidak melakukan pemecatan terhadap ratusan karyawannya.

"Kita meNgambil kebijakan karyawan masuk setengah secara bergantian. Setengahnya cari makanan untuk satwa, di sini ijo-ijo banyak ya, rumput-rumput, dialih tugaskan. Jadi kita tidak ada pemecatan," katanya.

Namun, kekurangan untuk pakan satwa-satwa di TSI tetap masih dirasakan khususnya asupan vitamin satwa yang biasa dibeli secara impor.

Permasalahan ini pun, kata Jansen, disampaikan langsung kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat melakukan kunjungan kerja ke TSI.

Rencananya, Menparekraf akan memperluas dana hibah demi menyelamatkan satwa-satwa di taman-taman rekreasi Indonesia termasuk TSI.

Jansen juga berharap banyak di momen pasca lebaran 2021 ini yang mana kunjungan sudah mulai kembali naik.

"Sekarang udah mulai pulih lagi, sepertinya akan ada kenaikan ( pengunjung). Tapi ya kalau lihat situasi jika masih banyak lagi kasus terinfeksi Covid-19, kita kena lagi. Tapi sekarang sudah mulai naik, karena mungkin para pengunjung sudah bosen (di rumah)," ujarnya.

Penerapan protokol kesehatan (prokes) di TSI pun, kata dia, tidak main-main karena kesalahan seperti adanya yang terpapar Covid-19 bisa berakibat fatal.

Seperti berakibat pada penutupan tempat wisata yang nantinya akan kembali berimbas kepada kerugian yang lebih besar.

"Prokes kita tekan terus, sekuriti harus keliling terus, periksa masker pengunjung dan lain-lain, dijaga. Jangan sampai seperti di Bandung, kejadian taman rekreasi ditutup. Mau gak mau kan kalau ada yang terpapar harus ditutup, kalau ditutup itu kerugiannya fatal," pungkas Jansen.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved