IPB University

Bahas Bioetanol, Pakar IPB University Sebut Masih Berputar pada Persaingan dengan Industri Pangan.

Penggunaan material lignocelulosa dalam produksi bioetanol juga dapat mengatasi kompetisi antara industri bahan bakar dan pangan.

falco
Singkong salah satu bahan untuk bioetanol. 

“Penelitian kami selanjutnya adalah untuk mencari dan memanfaatkan bahan lignocelulosa yang memiliki kandungan selulosa yang tinggi dan sedikit lignin. Kami juga mencari proses pretreatment yang dapat menghilangkan lignis secara maksmial, melakukan kofermentasi dengan mikroba yang dapat digunakan pada selulosa dan hemiselulosa sebagai substrat penghasil bioetanol. Serta mencari teknik inovatif untuk memproduksi bioetanol pada jumlah dan produktifitas yang tinggi,” tambah Pakar Rekayasa Bioproses IPB University ini.

Sementara itu, Prof Euis Hermiati, Peneliti dari Pusat Penelitian Biomaterial Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan bahwa penelitian terkait fraksionasi atau pretreatment pada biomassa saat ini masih diminati.

Hal tersebut terlihat dari jumlah publikasi yang  meningkat.

Penggunaan material lignocelulosa dalam produksi bioetanol juga dapat mengatasi kompetisi antara industri bahan bakar dan pangan.

Umumnya, metode fraksionasi lebih optimal untuk mengembangkan potensi bioproduk dan bioenergi.

Dr Prayoga Suryadarma, Dosen IPB University dari Divisi Bioindustri Departemen TIN juga menambahkan bahwa teknik metabolik dapat juga diterapkan untuk memproduksi bioetanol dari bahan lignocelulosa.

Bakteri E. coli digunakan sebagai organisme inang untuk mengubah sumber karbon dalam lignocelulosa menjadi bioetanol berdasarkan siklus metabolismenya.

Keuntungan penggunaan E. coli yakni ketersediaannya dan rentang penggunaan yang cukup luas pada berbagai substrat. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved