Ade Armando Bandingkan Angka Kematian Covid-19, Fadli Zon : Ada yang Mengais di Emperan Kekuasaan

Fadli Zon meminta dalam pernyataan tersebut tak melihat Ade Armando sebagai dosen Universitas Indonesia.

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: khairunnisa
Tribunnews
Fadli Zon sentil Ade Armando 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Fadli Zon turut menanggapi pernyataan Ade Armando yang membandingkan angka kematian Covid-19 di Indonesia dengan Inggris.

Fadli Zon meminta dalam pernyataan tersebut tak melihat Ade Armando sebagai dosen Universitas Indonesia.

Fadli Zon bahkan menyebut Ade Armando merupakan bagian dari sisa residu politik.

Ade Armando sendiri memang menjadi bulan-bulanan netizen Twitter..

Itu terjadi lantara cuitannya yang membandingkan angka kematian Covid-19 di Indonesia dengan di Inggris.

"Penduduk Inggris 68 juta, meninggal karena Covid 128 ribu.

Penduduk RI 270 juta, meninggal karena Covid 73 ribu," tulis Ade di akun Twitternya @adearmando1.

Cuitan Ade Armando ini lantas dibandingkan dengan status Facebook dosen UI Fahrudin Nugroho.

Fahrudin menekankan pada dosen UI mengajarkan pada mahasiswa bahwa setiap data ada interprestasinya.

"Kami mengajarkan kepada mahasiswa setiap data ada interprestasinya.

Untuk data korban covid, ingat mereka bukan semata angka statistik.

Setiap 1 penambahan kematian dan penderita mereka adalah ayah, ibu, suami, istri, anak, saudara dan orang-orang tercinta.

Note that, it is indeed abouy human life," tulisnya.

Untuk itulah Fadli Zon mengatakan agar tak melihat Ade Armando sebagai dosen UI terkait perbandingan angka kematian tersebut.

"Janganlah dilihat sbg Dosen UI, krn byk sekali dosen UI yg bagus.

Ini bagian dr sisa residu politik kemarin.

Ada yang masih mengais2 di emperan kekuasaan." tulis Fadli Zon.

Selain Fadli Zon, sebelumnya dr Tirta juga sudah mengkritik cuitan Ade Armando.

Melansir Tribun Palu, dr Tirta memperingatkan Ade bahwa ribuan angka kematian itu adalah orang, bukan sekedar barang.

Selain itu dr Tirta meminta Ade untuk tidak berbicara lebih jauh tentang hal di luar kompetensinya.

"Menurut hemat saya pak, maaf kalo ofensif, 73.000 yg meninggal itu orang. Bukan barang. D

an itu yg "ketahuan" karena tracing yang buruk. Ada baiknya anda tidak berbicara sesuatu yg di luar kompetensi anda.

Anda akademisi. Pengajar. Ga bijak mengeluarkan statement ini," tulis dr Tirta.

Lebih lanjut, dr Tirta juga menjelaskan bahwa Ade tidak bisa begitu saja membandingkan angka kematian COVID-19 Indonesia dan Inggris.

Pasalnya, ada beberapa faktor yang membuat keadaan dua negara berbeda dalam menghadapi COVID-19.

"@adearmando1 situasi di Indonesia berbeda dengan negara lain:

1. Jumlah faskes dan nakes tidak imbang dengan jumlah pasien;

2. Penegakan di bawah tidak selaras dengan instruksi dari atas;

3. Vaksinasi belum mencapai target; 4. Maraknya hoax beredar," jelasnya.

Indonesia Posisi 1 Angka Kematian COVID-19 Tertinggi

Indonesia berada di posisi kedua dengan tambahan kasus baru positif COVID-19 tertinggi di dunia, Sabtu (17/7/2021).

Melansir data dari situs Worldometers, Minggu (18/7/2021) pukul 08.15 WIB, tambahan kasus baru COVID-19 di Indonesia sebanyak 51.952 orang.

Sebelumnya dua hari berturut turut Indonesia berada di posisi teratas di dunia dengan tambahan kasus baru COVID-19.

Di posisi teratas, Inggris mencatat tambahan kasus baru sebanyak 54.674 orang. Di bawah Indonesia adalah India 41.283, lalu Brasil 34.339 dan Rusia 25.116.

Dilansir dari Tribunnews.com, jumlah kasus harian 51.952 tercatat turun dari dua hari berturut-turut Kamis (15/7/2021) 56.757 dan Jumat (16/7/2021) 54.000.

Kemudian Worldometers mencatat Indonesia berada di posisi teratas untuk jumlah kasus kematian baru di dunia pada tanggal yang sama. Tercatat 1.092 orang meninggal akibat COVID-19.

Di bawah Indonesia, Brasil sebanyak 823 orang meninggal. Setelah itu ada Rusia 787 korban jiwa, India 517 orang dan Kolumbia 498 orang meninggal akibat COVID-19.

Sementara untuk kasus sembuh dari COVID-19, India berada di urutan pertama yakni 42.050 orang, diikuti Brasil 31.576, Indonesia 27.903, Rusia 21.437, Afrika Selatan 19.425.

Masih berdasarkan data yang sama, Indonesia mencatat total kasus positif sebanyak 2.832.755.

Kemudian 2.232.394 orang sembuh dan 72.489 orang meninggal akibat COVID-19 hingga saat ini.

Sejauh ini Worldometers mencatat total kasus positif di dunia sebanyak 190.750.282 orang.

Sementara kasus sembuh sebanyak 173.812.580 orang dan 4.098.541 orang meninggal dunia akibat COVID-19. Kasus aktif di dunia mencapai 12.839.161 orang.

Untuk total kasus tertinggi di dunia, Amerika Serikat (AS) sebanyak 34.953.916, disusul India 31.105.270, Brasil 19.342.448, Rusia 5.933.115, Perancis 5.855.198 kasus.

Berikut lima negara dengan jumlah kasus baru COVID-19 tertinggi di dunia:

1. Inggris sebanyak 54.674 orang.

2. Indonesia sebanyak 51.952 orang

3. India sebanyak 41.283 orang

4. Brasil sebanyak 34.339 orang, dan

5. Rusia sebanyak 25.116.

Tribun Palu

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved