Breaking News:

Teror Virus Corona

Mengenal Bahaya Varian Baru Covid-19 Delta Plus, Ilmuwan Ungkap Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Hanya 400 dari 97.374 varian Delta yang diurutkan hingga saat ini telah diidentifikasi sebagai Delta Plus.

Editor: khairunnisa
Tumisu/Pixabay
ilustrasi pencegahan virus corona atau Covid-19 

Namun, beberapa pasien tanpa riwayat perjalanan atau kontak dengan pelancong tetap terinfeksi Delta Plus, yang menunjukkan varian itu mulai beredar di Inggris melalui penyebaran lokal.

Meski varian ini belum umum, Kementerian Kesehatan India menetapkan Delta Plus sebagai Variant of Concern (VOC) pada 22 Juni.

Alasannya, ada peningkatan transmisibilitas, kemampuan untuk mengikat lebih kuat pada reseptor pada sel paru-paru, dan potensi untuk menghindari respons antibodi.

Tetapi apakah Delta Plus dapat masuk kategori VOC masih belum jelas.

"India menyebutnya sebagai VOC karena hati-hati daripada hanya melihat data apa pun," kata Ravindra Gupta, seorang ahli imunologi dan spesialis penyakit menular di University of Cambridge.

Baca juga: Anak Acungkan Jari Tengah Saat Diingatkan Makan 20 Menit, Politisi PKS Salahkan Pol PP : Jangan Kaku

Apakah Delta Plus termasuk Variant of Concern (VOC)?

Ketika suatu varian menjadi sering dan menunjukkan ciri-ciri yang mengkhawatirkan, otoritas kesehatan masyarakat memulai penyelidikan formal, menetapkannya sebagai Variant Under Investigation (VUI).

Jika ditemukan lebih menular, lebih resisten terhadap antibodi, atau menyebabkan penyakit yang lebih parah, varian itu kemudian disebut VOC.

Konsorsium Genomic SARS-CoV-2 India (INSACOG), jaringan laboratorium dan lembaga pemerintah di seluruh negara yang memantau variasi dalam kode genetik virus corona, sebenarnya mengklasifikasikan Delta Plus sebagai Variant of Interest (VOI), bukan VOC, kata ahli virologi Shahid Jameel, pemimpin kelompok penasihat ilmiah INSACOG.

Tetapi, menurut Jameel, mutasi baru tidak akan membuat Delta Plus kurang menular daripada Delta, atau mengurangi kemampuan virus untuk lolos dari respons imun.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved