IPB University

Jokowi Ingatkan Para Rektor Tantangan di Dunia Industri, Rektor IPB University : Perluas Akses KIP

Presiden Joko Widodo menghimbau para rektor agar perguruan tinggi memberikan bobot satuan kredit semester (SKS) yang lebih besar untuk mahasiswa.

IPB University
Rektor IPB University Prof Arif Satria saat memberikan sambutan dalam perhelatan Konvensi Kampus XVII dan Temu Tahunan XXIII Forum Rektor Indonesia 2021 

Ketiga, penguatan kompetensi mahasiswa perlu diperkaya dengan ‘pendidikan karakter dan kebudayaan’ sebagai manusia Indonesia yang sadar akan kewajiban kepada negara, bangsa dan agamanya.

Kegiatan MBKM juga perlu dipadupadankan dengan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang berorientasi pada pengembangan karakter dan ideologi bangsa.

Keempat, pemerintah perlu menjembatani hubungan antara perguruan tinggi dengan dunia industri, karena tidak semua perguruan tinggi memiliki akses yang memadai ke industri, terutama di kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

Kelima, pemerintah perlu memperluas akses beasiswa pendidikan jenjang S3 dalam negeri kepada para dosen yang berasal dari perguruan tinggi di kawasan 3T dan perguruan tinggi swasta.

Perluasan beasiswa pendidikan dalam negeri ini pada satu sisi dapat memperkuat Sumberdaya Manusia (SDM) di perguruan tinggi asal.

Di sisi lain juga akan menambah jumlah riset yang dihasilkan di perguruan tinggi dalam negeri yang tujuan.

“Penguatan riset dan inovasi untuk mengatasi pandemi Covid-19 merupakan keniscayaan. Karena itu FRI berpandangan bahwa pemerintah perlu mempercepat penataan kelembagaan riset dengan penguatan sinergi Kemdikbudristek dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Khususnya dalam desain peta jalan riset nasional yang komprehensif dengan sinergi lembaga riset pemerintah, lembaga riset swasta, perguruan tinggi, dan dunia usaha," ujar Rektor IPB University.

Selain itu, juga memperkuat resources sharing antar lembaga.

Dan mendorong penguatan jejaring internasional dengan membentuk konsorsium riset internasional.

Ini semua agar bangsa ini terus berada pada tema-tema riset terdepan, memperkuat SDM periset, sekaligus meningkatkan reputasi riset Indonesia di kancah global.

Selain itu katanya, pemerintah juga perlu mempercepat hilirisasi inovasi yang sudah dihasilkan oleh berbagai perguruan tinggi dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19.

"Hilirisasi inovasi ini juga penting sebagai upaya untuk mengurangi impor dan meningkatkan daya saing dari produk-produk Indonesia di pasar dunia,” imbuhnya.

Dalam acara ini telah terpilih pengurus FRI 2021-2022 yang akan dipimpin oleh Prof Panut Mulyono, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai Ketua dan Prof Maskuri Bakri, Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) sebagai Wakil Ketua. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved