Si Bungsu Prank Sumbangan Rp 2 Triliun, Dokter Akidi Tio Ditanya Polisi : Setuju Kita Penjarakan ?
Pasalnya dari penelusuran Polisi, uang Rp 2 triliun yang akan disumbangkan untuk penanganan Covid-19 di Palembang ternyata tidak ada.
Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: khairunnisa
Prof Hardi tampak hanya diam mendengar pertanyaan Kombes Pol Ratno Kuncoro.
Prof Hardi berujar Heryanti mengatakan pada dirinya bahwa uang Rp 2 triliun itu ada.
"Saya tidak tahu (uangnya ada atau tidak). Dia mengatakan pada saya ada (uang Rp 2 triliun)," kata dr Hardi.
Prof Hardi menekankan pada Prof Hardi bahwa Heryanti wajib meminta maaf pada masyarakat Indonesia.

"Ya kalau tidak ada, harus minta maaf ke masyarakat Indonesia," kata Prof Dr dr Harda Darmawan.
Heryanti sendiri sudah dijemput jajaran Polda Sumsel.
Ia tiba di Mapolda Sumsel pukul 12.59 WIB.
Heryanti dijemput langsung oleh Dir Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncoro.
Heryanti mengenakan pakaian batik dipadu celana hitam.
Anak bungsu Akidi Tio ini terlihat menenteng tas merek Coach Crossgrain Patent Leather Charlie Carryall.
Tak ada sepatah kata pun yang terucap dari mulut Heryanti.

Dipertanyakan
Setelah membuat publik simpati, sumbangan Rp 2 triliun dari kaluarga Akidi Tio kini justru dipertanyakan.
Betapa tidak, hingga kini belum juga tersiar kabar soal pencairan dana Rp 2 triliun tersebut.
Susi Pudjiastuti termasuk yang mempertanyakan terkait dana Rp 2 triliun tersebut.