Diwarnai Protes, Anies Baswedan Hanya Tertawa saat Ditanya Soal Formula E
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan langsung melengos balik kanan saat ditanya terkait ajang balap Formula E di DKI Jakarta.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ditanya soal formula E, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ogah menjawab.
Orang nomor satu di DKI Jakarta ini hanya tersenyum dan tertawa saat melakukan wawancara bersama awak media di depan Lobi Blok G Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/9/2021).
Ia pun langsung melengos balik kanan saat ditanya terkait ajang balap Formula E di DKI Jakarta.
"Cari judul," kata Anies lalu meninggalkan awak media.
Tidak hanya sekali Anies menghindari pertanyaan terkait penyelenggaraan Formula E.
Baca juga: 3 Tahun Menjabat Gubernur DKI Jakarta, Kekayaan Anies Baswedan Naik 2 Kali Lipat, Segini Totalnya
Saat ditanya awak media terkait isu interplasi Formula E, Anies mengatakan saat ini Pemprov DKI Jakarta sedang sibuk menekan penyebaran Covid-19.
"Ini (interpelasi) persoalan yang tidak menyita perhatian kami sama sekali, justru malah kami lebih fokus nanganin Covid-19," ujar Anies di Jakarta Barat, Jumat (27/8/2021).
Di tengah pandemi Covid-19, Anies mengeluarkan Instruksi Gubernur yang meminta ajang balap mobil itu harus terselenggara pada tahun terakhir masa jabatannya, yakni 2022.
Anies mengeluarkan Ingub Nomor 49 Tahun 2021 dan menugaskan seluruh perangkat daerah di bawah Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta untuk menggelar balap mobil listrik itu.
"Formula E: target keluaran: terselenggara lomba Formula E, target waktu: Juni 2022," tulis Anies.
Baca juga: Anies Baswedan Bocorkan Desain Mewah JPO Sudirman, Bertema Kapal Pinisi
Instruksi ini kemudian dikritik dua fraksi DPRD DKI Jakarta, yaitu Fraksi PDIP dan Fraksi PSI. Kedua fraksi tersebut mengusulkan hak interpelasi.
Hak bertanya ditunjukan lantaran program Formula E dinilai belum siap dari sisi perhitungan finansial dan cenderung ke arah merugikan keuangan daerah.
Namun, tujuh fraksi DPRD DKI Jakarta menolak hak interpelasi setelah berkumpul dengan Anies di Rumah Dinas Gubernur di Jalan Suropati, Menteng Jakarta Pusat.
Di meja makan itu, kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik, tujuh fraksi bersepakat untuk menolak interpelasi dan meminta semua pihak berfokus pada penanganan pandemi Covid-19.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan Manuara Siahaan mengatakan, ada potensi pemborosan anggaran hingga Rp 4,48 triliun untuk penyelenggaraan Formula E.
Baca juga: Survei SPIN, Prabowo Kembali Juara Kalahkan Anies dan Ganjar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/anies-baswedan_20171021_173637.jpg)