Berawal dari Bangunan Tua dan Pernah Kena Tipu, Ini Perjalanan Eko Desriyanto Bangun IDeA Indonesia

Padahal dulunya, perusahaan ini mengawalinya di gedung bekas sekolahan yang sudah tak terpakai.

Editor: Vivi Febrianti
Ist
Eko Desriyanto, Direktur Utama PT Idea Indonesia Akademi, Tbk. yang juga perintis perusahaan ini. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Berawal dari pengalaman pahit ditipu oleh mitranya sendiri, Eko Desriyanto kini sukses membangun PT Idea Indonesia Akademi, Tbk.

Saat awal berdiri, IDeA Indonesia merangkak dari nol bahkan minus, hingga kini ditawarkan dengan harga Rp 140 per saham dengan total dana yang diraup sebesar 29,7 M.

Padahal dulunya, perusahaan ini mengawalinya di gedung bekas sekolahan yang sudah tak terpakai.

Untuk mencapai ke titik ini, jelas bukanlah hal yang mudah.

Jatuh bangun telah dilalui oleh Eko yang merupakan Direktur Utama PT Idea Indonesia Akademi, Tbk. yang juga perintis perusahaan ini.

Perusahaan ini ia rintis dari sebuah Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) kecil pada 2009.

"IDeA Indonesia saya dirikan utk mewujudkan gagasan pendidikan vokasi ideal bagi Indonesia, yang tidak hanya mendidik dan melatih, tapi juga membantu penyaluran kerja,” kata lulusan S1 Hukum Perdata Islam di UIN Yogyakarta ini.

Waktu mendirikan perusahaan ini, Eko nyaris tidak memiliki modal.

Bahkan untuk gedung, dia menempati bangunan tua bekas sekolah yang sudah tidak beroperasi.

“Saya tidak memiliki modal, kecuali untuk biaya pengecetan ulang gedung, mencetak brosur, dan biaya operasional tiga karyawan,” ujarnya.

Baca juga: Industri Pariwisata Bakal Booming usai Pandemi, IDeA Indonesia Tawarkan Pelatihan Perhotelan Terbaik

Modal pertama uang sebesar Rp 30 juta dia dapatkan dari pinjaman seorang teman.

Sedangkan untuk tenaga pendidik, dia dibantu beberapa teman dan praktisi industri yang mengajar secara paruh waktu di IDeA Indonesia.

“Kegiatan rekrutmen calon siswa dilakuan secara door to door ke sekolah-sekolah. Hasilnya selama 9 bulan sosialisasi, hanya 14 siswa yang berhasil direkrut menjadi peserta pelatihan,” kata Eko yang juga lulusan pondok pesantren Riyadhatul Ulum, Lampung Timur ini.

Pria yang diangkat menjadi Presiden Direktur PT IDeA Indonesia Akademi Tbk pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Februari 2021 lalu ini, banyak menghadapi kendala saat merintis, mulai dari kondisi gedung yang kurang layak, hingga penolakan dari pihak sekolah untuk presentasi.

“Masyarakat masih menganggap karier di industri hospitality tidak memiliki masa depan jelas,” kata dia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved