Breaking News:

Kata KPK saat Anies Baswedan Diperiksa: Dibuka pada Proses Persidangan

Tim penyidik KPK mengonfirmasi Anies seputar proses usulan anggaran untuk dilakukannya penyertaan modal APBD DKI Jakarta kepada Perumda Sarana Jaya.

Editor: Tsaniyah Faidah
Kompas.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan ihwal program rumah DP 0 Rupiah saat diperiksa pada Selasa (21/9/2021) kemarin.

Anies diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur Tahun Anggaran 2019.

Ia melengkapi berkas perkara tersangka bekas Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan (YRC).

"Saksi menerangkan mengenai salah satu penyertaan modal kepada Perumda Sarana Jaya yang diperuntukkan bagi pembangunan rumah DP Rp0," kata Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (22/9/2021).

Baca juga: 5 Jam Diperiksa KPK soal Pengadaan Tanah di Munjul, Anies Baswedan Diberi 8 Pertanyaan

Sementara, kata Ali, tim penyidik KPK mengonfirmasi Anies seputar proses usulan anggaran untuk dilakukannya penyertaan modal APBD DKI Jakarta kepada Perumda Sarana Jaya.

"Dikonfirmasi secara umum antara lain terkait dengan proses usulan anggaran untuk dilakukannya penyertaan modal APBD DKI Jakarta kepada Perumda Sarana Jaya. Disamping juga soal mekanisme pelaporan atas dilakukannya pernyataan modal tersebut," kata Ali.

Ali enggan membeberkan lebih jauh pertanyaan penyidik ke Anies. KPK baru mau membeberkan hasil pemeriksaan dalam persidangan.

"Keterangan para saksi tersebut tentu detailnya telah tertuang dalam BAP dan saat ini belum bisa kami sampaikan karena akan dibuka seluas- luasnya pada proses persidangan di pengadilan Tipikor," kata Ali.

Baca juga: Diperiksa 5 Jam, Ini Cerita Anies Baswedan saat Diberondong Pertanyaan KPK

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka, yaitu eks Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles, Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene, Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian, Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur Rudy Hartono Iskandar, serta satu tersangka korporasi PT Adonara Propertindo.

Kasus ini bermula pada 4 Maret 2019. Saat itu, Anja bersama-sama Tommy Adrian dan Rudi Hartono Iskandar menawarkan tanah yang berlokasi di Munjul seluas lebih kurang 4,2 Hektar kepada Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya (PDPSJ).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved