Breaking News:

Wartawan Gadungan di Cileungsi Peras ASN Ratusan Juta Rupiah, Tiga Rekannya Buron

Kepolisian Polsek Cileungsi telah membekuk dua wartawan gadungan yang peras korbannya sampai ratusan juta Rupiah.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
Humas Polres Bogor
Kapolres Bogor, AKBP Harun saat jumpa pers pengungkapan kasus wartawan gadung atau bodrek yang melakukan pemerasan di Mapolsek Cileungsi, Kabupaten Bogor, Sabtu (2/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewaBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CILEUNGSI - Kepolisian Polsek Cileungsi telah membekuk dua wartawan gadungan yang peras korbannya sampai ratusan juta Rupiah.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan sebanyak tiga wartawan gadungan lainnya masuk Daftar Pencarioan Orang (DPO) atau buron.

"Berinisal JS dan JN, ada dua tersangka yang kita tangkap. Sedangkan 3 tersangka lainnya masih DPO yaitu FS, FBS, FS. Semuanya warga Bekasi," kata AKBP Harun dalam jumpa pers di Polsek Cileungsi, Sabtu (2/10/2021).

Modusnya, para tersangka ini mengawasi korban dan mencari kesalahan korban, kemudian korban diancam dan diperas.

Kalau tidak memberikan uang, pelaku yang populer disebut wartawan bodrek ini mengancam akan disebarkan di medianya.

"Pelaku sudah melakukan aksi tersebut di beberapa TKP. Ada 37 TKP hingga saat ini dan di 6 kota yaitu Bogor Kota, Depok, Bekasi Karawang, Jakarta Timur dan Kabupaten Bogor," kata Harun.

Harun menjelaskan, menurut pengakuan tersangka mengaku baru dua bulan melakukan aksinya.

Tetapi, kata dia, hasil dari penyelidikan yang dilaksanakan dan berdasarkan alat bukti, kurang lebih sudah 2 tahun pelaku melancarkan aksinya.

Tersangka dalam melakukan pemerasan nominalnya berbeda beda, dari jutaan sampai ratusan juta Rupiah.

"Jika ditotal dari keseluruhan hasil pemerasan kurang lebih sebanyak Rp 500 Juta. Sasaran korbannya ialah ASN, kemudian ada beberapa profesi dan BUMN," kata Harun.

Atas perkara ini polisi mengamankan barang bukti berupa tiga ID card wartawan, ponsel yang digunakan transaksi dan merekam korbannya, kartu ATM dan yang lainnya.

Para tersangka dikenakan pasal 368 KUHP pasal Pemerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

"Bagi ASN, Lurah, Camat, Kadis bila diancam oleh oknum wartawan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek terdekat, kami akan proses," ungkap Kapolres.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved