Tiba-tiba Diserang, Pelajar di Kota Bogor Tewas, Pelaku Ngaku Sempat Berselisih karena Ini

Korban dan pelaku yang berbeda sekolah dan berbeda tempat nongkrong itu terlibat perselisihan yang diduga menjadi penyebab awal pelaku melakukan aksi

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto didampingi Kapolresta Bogor Kota saat bertemu dengan pelaku kekerasan terhadap pelajar hingga tewas. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Sebelum peristiwa tragis menewaskan pelajar RM (17), RP (18) mengaku sempat terlibat perselisihan dengan seseorang yang diduga korban.

Perselisihan tersebut diduga menjadi penyebab awal pelaku melakukan aksi kekerasan.

Diketahui persitiwa itu terjadi di Jalan Palupuh Raya, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Korban dan pelaku berbeda sekolah.

Dari pengakuan RP, sebelum melakukan aksi kekerasan itu Ia lebih dulu terlibat perselisihan dengan orang yang tidak dikenalnya yang dia anggap adalah korban.

"Motor saya ditabrak bang, pukul 21.00 WIB bang, saya dipukulin sama korban bang, terus saya kabur, karena saya anak SMAN berbeda, SMAN saya dan dia kan musuhan," kilahnya saat ditanya oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat di Mapolresta Bogor Kota, di dampingi Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Jumat (8/10/2021).

Usai terlibat perselisihan dengan orang yang tidak dikenal itu Ia pun kemudian pergi melarikan diri untuk mengambil senjata tajam.

Kemudian Ia bersama temannya berboncengan untuk mencari orang yang memukulinya.

Saat bersamaan pelaku RP bersama rekannya yang mengarahkan itu bertemu dengan korban di taman palupuh.

Selanjutnya rekan pelaku tersebut mengarahkan bahwa yang memukuli pelaku itu adalah RM yang kebetulan sedang duduk.

Kemudian RP turun dari motor dan langsung menyerang korban dan mengenai kakinya.

Padahal pelaku sendiri sebenarnya tidak mengetahui pasti apakah korban yang diserangnya itu orang yang terlibat pertikaian dengannya atau bukan.

"Saya tau anak sekolah lain, tapi enggak kenal enggak tau namanya, cuma ingat sekilas saja mukanya dari teman saya," ujarnya.

Merasa orang yang ditemuinya adalah musuhnya, tanpa berfikir panjang pelaku langsung melakukan penyerangan membabibuta dan menyebabkan korban tewas ditempat.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved