PON Papua

Mengenal Sosok Widia, Atlet Peraih Emas Panjat Tebing PON XX Papua Asal Bogor

Widia Fujiyanti (22) meraih emas cabang olahraga panjat tebing asal kota Bogor dalam ajang PON XX Papua.

Ist/Dokumentasi Jawa Barat
Widia Fujiyanti (22) peraih emas cabang olahraga panjat tebing asal kota Bogor, PON XX Papua perwakilan Jawa Barat 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Atlet panjat tebing asal kota Bogor Widia Fujiyanti (22) meraih medali emas pada ajang PON XX Papua 2021.

Widia Fujiyanti merupakan sosok yang mandiri.

Saat ditemui TribunnewsBogor.com pada Minggu (17/10/2021) di warung Ibundanya yang berlokasi di samping Lapangan Basket Sempur, Lebak Kantin, Bogor Tengah, juga tidak jauh dari tempat tinggalnya, wanita berambut pendek ini berpenampilan casual.

Putri pertama dari empat bersaudara ini berkata mulanya tertarik di dunia panjat tebing sejak SD kelas 5 yang saat itu berusia 10 tahun.

"Sering melihat paman panjat tebing, lalu diajak dan ikut, hingga terus berlatih secara rutin" kenangnya.

Persiapan PON XX Papua sudah dari 2019 silam dengan latihan rutin di Pakansari karena fasilitasnya yang berstandar internasional.

Baca juga: Pakai Peralatan Seadanya, 3 Atlet Paralayang Asal Puncak Bogor Torehkan Prestasi di PON Papua

Mahasiswi UPI Jurusan Olahraga ini mengatakan mampu mencapai 38 poin dari 40 poin sempurna dengan memanjat setinggi 18 meter top.

"Tidak menyangka akan juara, harapan awal memang target emas, karena pada PON sebelumnya dapat perunggu," ungkapnya.

Empat kategori panjat tebing yang diikuti yaitu lead, speed, combine dan boulder.

Widia Fujiyanti (22) peraih emas cabang olahraga panjat tebing asal kota Bogor, PON XX Papua perwakilan Jawa Barat
Widia Fujiyanti (22) peraih emas cabang olahraga panjat tebing asal kota Bogor, PON XX Papua perwakilan Jawa Barat (TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas)

Raihan emas untuk kategori lead perorangan, lalu combine perorangan mendapatkan perak dan lead beregu serta border beregu dapat perunggu.

Wanita kelahiran Bogor 5 Januari 1999 ini mengungkapkan adanya rasa deg-degannya saat akan tampil pada PON XX Papua dan harus bisa mengontrol emosi serta percaya diri.

"Seminggu sebelum tanding di PON XX Papua ada latihan dulu untuk mengenal medan, kendala di sana pada cuaca sehingga butuh adaptasi," paparnya.

Ketua KONI kota Bogor Benninu Aroebie sudah mengucapkan selamatnya kepada atlet kota Bogor yang sudah bertanding di PON XX Papua dan kedepannya akan ada penyambutan serta kumpul bersama KONI kota Bogor.

Baca juga: Sabet Medali Emas di Pon Papua, Atlet Asal Bogor Ini Disambut Kepala Desa

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved