Breaking News:

Jokowi Sebut Target Vaksinasi Hingga Akhir Tahun Sebanyak 270 Juta Dosis

Hal itu disampaikan Presiden dalam sambutannya saat membuka Apkasi Otonomi Expo 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, (20/10/2021)

Editor: Vivi Febrianti
Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR 2021, Senin (16/8/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) setuju bahwa sektor perdagangan, turisme, dan investasi harus mulai digerakan dalam masa Pandemi Covid-19 sekarang ini.

Namun dengan catatan aspek kesehatan harus tetap nomor 1. 

Hal itu disampaikan Presiden dalam sambutannya saat membuka Apkasi Otonomi Expo 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, (20/10/2021).

"Saya setuju perdagangan, turisme, investasi harus mulai digerakkan. Jangan terlambat tetapi dengan catatan, kesehatan tetap nomor satu," kata Jokowi.

Pemerintah kata Presiden terus berupaya mengendalikan Pandemi Covid-19 seiring memulihkan perekonomian nasional.

Salah satunya dengan mempercepat vaksinasi Covid-19.

Baca juga: Gara-gara Belum Vaksin, Laporan Korban Rudapaksa Ditolak Polisi, LBH Mengecam : Ini Bukan Urus SIM

"Kemarin saya mendapat informasi kita sudah menyuntikkan 171 juta dosis ke rakyat kita," kata Presiden.

Jumlah tersebut kata Presiden masih jauh di bawah target yang harus dicapai pada akhir tahun ini yakni sebanyak 270 juta dosis. Oleh karena itu ia meminta kepada jajarannya untuk mempercepat vaksinasi Covid-19

"Sampai di akhir Desember, akhir tahun itu minimal 270 juta dosis jadi masih banyak sekali dalam 2 bulan lebih ini yang harus kita lakukan utamanya berkaitan dengan vaksin," kata Presiden.

Kepala negara menyampaikan terima kasih kepada kepala daerah yang telah turut mendukung percepatan vaksinasi.

Presiden berpesan agar percepatan vaksinasi tersebut diiringi dengan pengawasan di lapangan terhadap sejumlah aktivitas yang sudah mulai dibuka.

"Saya juga perlu ingatkan karena ini sudah mulai dibuka semuanya sekolah mulai pembelajaran tatap muka, kontrol lapangan harus terus dilakukan utamanya sekarang berkaitan dengan sekolah pembelajaran tatap muka," katanya.

Sumber : Tribunnews/Taufik Ismail

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved