Breaking News:

Sudah Lama Semrawut, Bima Arya Minta Proyek Pedestrian Juanda Dikebut

Jadi ini adalah kegiatan pembangunan jalur pedestrian, kita ingin memanfaatkannya untuk kepentingan publik

Editor: Mohamad Rizki
Istimewa/Pemkot Bogor
Bima Arya kembali meninjau pengerjaan penataan jalur pedestrian di Jalan Ir. H. Juanda, tepatnya mulai depan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bogor hingga SMAN 1 Kota Bogor. Senin (25/10/2021) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor, Bima Arya kembali terjun ke lapangan. Kali ini, Senin (25/10/2021), ia meninjau pengerjaan penataan jalur pedestrian di sepanjang Jalan Ir. H. Juanda sepanjang 800 meter, tepatnya mulai depan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bogor hingga SMAN 1 Kota Bogor.

Menurut Bima Arya, kawasan tersebut sudah cukup lama semrawut dan dikuasai para Pedagang Kaki Lima (PKL), bahkan dijadikan tempat mangkal bagi kendaraan roda empat dan yang lainnya.

Dalam kesempatan itu, Bima Arya ingin memastikan dukungan dari pihak perkantoran yang ada di sekitar, sehingga dalam proses pembangunan jalur pedestrian ini terdapat penyesuain-penyesuaian akses masuk keluar masuk kendaraan.

“Jadi ini adalah kegiatan pembangunan jalur pedestrian, kita ingin memanfaatkannya untuk kepentingan publik.

Alokasi anggarannya sekitar Rp 6 Miliar yang bersumber dari bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” sebutnya didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Chusnul Rozaqi.

Jika sudah rampung kata dia, nantinya akan ada jalur bagi pejalan kaki dan area olahraga, ditambah jalur hijau di tengahnya serta ada sedikit jalur sepeda untuk mengakomodir para pesepeda yang sejak pandemi Covid-19 mengalami peningkatan.

“Jadi ini juga untuk melengkapi jalur (pedestrian) yang ada di seberangnya,” katanya.

Selain memastikan dukungan dari pihak gedung/perkantoran, diperlukan juga sosialisasi kepada para pedagang yang ada di lokasi penataan.

Hal tersebut tidak terlepas karena ada beberapa pedagang yang berjualan sudah cukup lama menempati jalur yang bukan haknya dan dipastikan untuk disterilisasi.

“Bagi PKL yang sudah lama berjualan akan direlokasi, untuk yang baru akan digeser, akan dilihat karakternya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved