Info Kesehatan

Studi: Vaksin Kombinasi yang Berbeda Efektif Cegah Penularan Covid-19

Vaksin kombinasi selain efektif untuk mencegah Covid-19, juga mampu melebihi kinerja vaksin mRNA.

Tayang:
Editor: Tsaniyah Faidah
Istimewa/Pemkot Bogor
Ilustrasi - Vaksin kombinasi efektif tangani Covid-19 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Vaksinasi Covid-19 adalah salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Studi menunjukkan, vaksin kombinasi yang berbeda, efektif untuk mencegah penularan Covid-19.

Dilansir dari Nature, Selasa (26/10/201), vaksin kombinasi selain efektif untuk mencegah Covid-19, juga mampu melebihi kinerja vaksin mRNA.

Efektivitas vaksin kombinasi dapat meningkatkan tingkat antibodi yang tinggi yang diikuti dengan respons imun kuat, sehingga menawarkan perlindungan yang baik terhadap penyakit ini.

“Saya senang melihat bahwa ini seefektif yang diharapkan,” kata Martina Sester, ahli imunologi di Saarland University di Homburg, Jerman.

Menurut Sester, hal ini merupakan informasi yang bagus dan pasti akan berpengaruh dalam praktik klinis vaksin Covid-19 kombinasi di lapangan.

Studi terkait vaksin kombinasi ini muncul dari eksperimen alami yang dimulai pada bulan Maret, bersamaan dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh sejumlah negara untuk menghentikan sebagian, bahkan keseluruhan penggunaan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan University of Oxford.

Hal yang sama juga berlaku pada vaksin virus corona yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi AstraZeneca di Cambridge, Inggris, dengan alasan stok yang langka, serta efek samping yang serius setelah vaksinasi.

Baca juga: Apakah Vaksin Booster Berguna untuk Tubuh? Ini Penjelasan WHO

Oleh karena itu, beberapa orang yang telah menerima satu dosis vaksin, kemudian akan mendapatkan suntikan vaksin dengan merek berbeda pada dosis yang kedua.

Namun, ternyata, tim Sester dan beberapa lainnya menemukan adanya hasil respons imun yang kuat dan aman dari kombinasi merek vaksin.

“Data efektivitas yang muncul ini mendukung penggunaan vaksin Covid-19 yang disetujui ini dalam jadwal standar (merek vaksin yang sama) atau campuran,” tambah Matthew Snape, Ahli Vaksin di University of Oxford, Inggris.

Saat ini, tiga tim peneliti telah memberikan pengukuran pertama terkait efektivitas vaksin kombinasi dalam mencegah Covid-19.

Pelaksanaan studi juga berasal dari pengamatan populasi yang berbeda di berbagai waktu, termasuk selama munculnya varian Delta yang sangat menular. 

Baca juga: Jokowi Sebut Target Vaksinasi Hingga Akhir Tahun Sebanyak 270 Juta Dosis

Salah satunya terjadi di Swedia yang membatasi penggunaan vaksin AstraZeneca yang dikembangkan bersama para peneliti di University of Oxford.

Akibatnya, 100.000 orang di Swedia menerima dosis AstraZeneca dan dikombinasikan dengan vaksin berbasis mRNA, seperti Moderna atau Pfizer.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved