Kasus Pembunuhan di Subang

Pelaku Pembunuhan Kasus Subang Belum Terungkap, Pihak Yosef Desak Polisi Tetapkan Danu Tersangka

mengungkap pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang, kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat mendesak agar Danu, keponakan Tuti, ditetapkan sebagai tersangk

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Ardhi Sanjaya
Youtube Kompas TV/Ist
Pihak Yosef meminta Danu ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Tuti dan Amalia Mustika Ratu 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kasus pembunuhan Tuti dan Amalia Mustika Ratu memanas.

Pihak Yosef, suami Tuti, meminta Polisi segera menetapkan Danu sebagai tersangka.

Padahal diketahui bersama bahwa sejak jasad Tuti dan Amalia ditemukan pada Rabu (18/8/2021) hingga kini Selasa (2/11/2021) Polisi belum juga mengungkap pelakunya.

Ketika Polisi masih berupaya mengungkap pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang, kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat mendesak agar Danu, keponakan Tuti, ditetapkan sebagai tersangka.

Hal itu merujuk pada tindakan Danu yang masuk ke TKP pembunuhan Tuti dan Amalia Mustika Ratu tanpa izin.

Danu diketahui masuk dan membersihkan TKP pembunuhan Tuti dan Amel pada Kamis (19/8/2021), satu hari setelah terjadi pembunuhan.

Danu mengaku disuruh oleh Banpol dari Polsek Jalancagak.

"Meminta Kapolres Subang dan Kasatreskrim Polres Subang untuk segera menetapkan Danu dan petugas Banpol sebagai tersangka karena memasuki TKP (kasus Subang) tanpa izin," kata Rohman Hidayat dikutip dari Tribun Jabar.

Rohman mengatakan tindakan Danu masuk TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang sudah melanggar pasal 221 KUHP.

Pasal 221 ayat (1) angka 2 KUHP juga mengatur mengenai perbuatan menyembunyikan orang yang melakukan kejahatan dan menghalang-halangi penyidikan:

Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah:

Barang siapa setelah dilakukan suatu kejahatan dan dengan maksud untuk menutupinya, atau untuk menghalang-halangi atau mempersukar penyidikan atau penuntutannya, menghancurkan, menghilangkan, menyembunyikan benda-benda terhadap mana atau dengan mana kejahatan dilakukan atau bekas-bekas kejahatan lainnya, atau menariknya dari pemeriksaan yang dilakukan oleh pejabat kehakiman atau kepolisian maupun oleh orang lain, yang menurut ketentuan undang-undang terus-menerus atau untuk sementara waktu diserahi menjalankan jabatan kepolisian.

"Perbuatan keduanya memasuki TKP tanpa izin jelas melanggar Pasal 221 KUH Pidana. Kami juga sebagai pemilil tanah dan bangunan tidak pernah diberi izin memasuki TKP, kenapa banpol dan saksi yang diperiksa dalam kasus ini bisa masuki TKP," kata Rohman Hidayat.

Yosef saat diwawancara Jumat (15/10/2021).
Yosef saat diwawancara Jumat (15/10/2021). (Tribun Jabar/Dwiki MV)

Atas tindakan Danu yang masuk TKP, kata Rohman, memungkinkan barang bukti pembunuhan Tuti dan Amalia menjadi rusak.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved