Halte BTS Masih Dalam Tahap Finishing, BPTJ Berharap 4 Koridor Bisa Beroperasi Bulan Depan
Pantauan TribunnewsBogor.com, Selasa (23/11/2021) pada trayek lintas Jalan Pajajaran beberapa halte masih dalam tahap finishing.
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Pembangunan halte BTS (Buy The Service) untuk mendukung fasilitas Biskita Transpakuan masih dalam tahap proses pengerjaan.
Pantauan TribunnewsBogor.com, Selasa (23/11/2021) pada trayek lintas Jalan Pajajaran beberapa halte masih dalam tahap finishing.
Sementara itu halte Gor Pajajaran 1 di Jalan Ahmad Yani masih dalam tahap pengerjaan walaupun busnya sudah beroprasi.
Sementara itu dari rilis yang diterima TribunnewsBogor.com bebeeapa wakru lalu dari BPTJ kehadiran layanan angkutan umum massal BISKITA TRANS PAKUAN disambut baik oleh warga kota Bogor.
Sampai dengan Minggu (7/11/2011) tercatat 10.977 penumpang telah memanfaatkan layanan tersebut sejak peluncuran uji coba (soft launching) yang dilakukan oleh Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan dan Walikota Bogor pada Selasa (2/11/2021)
Menurut Direktur Angkutan BPTJ Tatan Rustandi, meski hingga kini layanan BISKITA TRANS PAKUAN baru beroperasi di satu rute yaitu
Koridor Stasiun Bogor – Ciparigi, terdapat kecenderungan jumlah penumpang semakin meningkat.
Jika pada hari pertama peluncuran penumpang baru tercatat 733 orang, maka rata-rata penumpang per hari saat ini sudah mencapai 1830 orang dengan jumlah penumpang terbanyak 2400 orang.
“Jadi di Koridor Stasiun Bogor -Ciparigi yang dilayani 10 unit bus ini load factor sdh mencapai 66 % hanya dalam waktu satu pekan,” jelas Tatan.
Antusiasme warga Kota Bogor ini menurut Tatan dapat menjadi semangat bagi operator dan semua pihak yang terlibat untuk meningkatkan pelayanan.
Hasil evaluasi menunjukkan memang masih banyak yang harus diperbaiki setelah satu pekan uji coba berlangsung baik meliputi sarana, prasarana maupun operasional.
"Memang tidak mungkin sebuah layanan publik yang baru operasional, langsung berfungsi maksimal tanpa kekurangan, dan itulah perlunya uji coba sehingga dapat dilakukan evaluasi dan perbaikan,” ujar Tatan.
Sementara itu menyangkut prasarana dan hambatan operasional misalnya kondisi halte belum steril, masih kurangnya rambu stop serta dukungan pengaturan lalu lintas sepanjang koridor.
Dari kegiatan evaluasi yang dilaksanakan Senin (8/11/2021) menurut Tatan, semua pihak telah mengetahui dan menyepakati hal-hal yang harus diperbaiki.
Seperti misalnya Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor sebagai operator menyanggupi untuk memperbaiki aspek
layanan sarana,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/kondisi-halte-bts-di-jalan-pajajaran-simpang.jpg)