Breaking News:

UMK Bogor

Bupati Ungkap Alasan UMK Bogor 2021 Tak Naik, Sebut Lebih Tinggi dari Kota Bogor, Segini Besarannya

Menurut Dewan Pengupahan Kabupaten Bogor, perhitungan UMK tahun 2021 sudah lebih, yakni berkisar Rp 4,2 juta.

Penulis: tsaniyah faidah | Editor: Tsaniyah Faidah
Tribunnews.com
Ilustrasi - Alasan UMK Bogor 2022 tidak naik 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pemerintah Kabupaten Bogor tidak akan menaikkan upah minimum tahun 2022 mendatang.

Artinya, Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bogor 2022 masih di angka Rp 4,2 juta.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Bogor Ade Yasin yang mengumumkan hasil pembahasan Dewan Pengupahan Kabupaten Bogor terkait upah minimum.

Ia juga menyebutkan alasan mengapa Dewan Pengupahan Kabupaten Bogor yang terdiri dari serikat pekerja dan organisasi pengusaha sepakat jika tahun 2022 tidak ada kenaikan upah.

Sebelumnya diketahui, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebanyak 1,72 persen atau senilai Rp 31 ribu dari tahun 2021.

Dengan adanya kenaikan tersebut, UMP Jabar 2022 menjadi Rp 1.841.487 dari semula Rp 1.810.351.

Baca juga: Bupati Sebut UMK Bogor 2022 Tidak Naik, Gimana Nasib Upah Minimum Kota Bogor? Ini Kata Disnaker

Kendati UMP Jabar 2022 naik, namun UMK Bogor 2022 tidak mengalami kenaikan.

Menurut Dewan Pengupahan Kabupaten Bogor, perhitungan UMK tahun 2021 sudah lebih, yakni berkisar Rp 4,2 juta.

Angka itu dinilai sudah cukup tinggi di atas UMK Kota Bogor yang senilai Rp 4,1 juta.

“Yang jelas tak ada kenaikan untuk UMK di Kabupaten Bogor,” jelas Ade Yasin.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved