Kantor Pemerintahan Kota Bogor Akan Pindah ke Kawasan Katulampa
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa bahwa proses pemberian hibah diawali dari pengajuan dari pemerintah kota.
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota Bogor mendapat lahan hibah eks BLBI kurang lebih seluas 10,3 hektare.
Serah terima lahan dilakukan pada Jumat (26/11/2021) dihadiri oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa bahwa proses pemberian hibah diawali dari pengajuan dari pemerintah kota.
"Berdasarkan pemetaan ada lahan-lahan yang bisa diajukan untuk diserahkan ke pemerintah kota, nah tadi Alhamdulilah secara resmi sudah dilakukan proses hibah ya beberapa lahan yang merupakan eks BLBI dari kementerian keuangan," kata Bima Jumat (26/11/2021).
Kata Bima Lahan-lahan itu nanti semuanya pemanfaatannya akan dibicarakan bersama sama dengan DPRD Kota Bogor karena dalam perencanaan diperlukan juga penganggaran.
Namun untuk lahan 6 hektare di wilayah Katulampa kata Bima akan dibangun gedung yang akan menjadi pemerintahan Kota Bogor.
"Iya direncanakan untuk membangun pusat pemerintahan ini bukan wacana baru sudah sejak lama karena tidak sesuai dengan perencanaan Kota Bogor, ya jadi harus ada redistribusi fungsi kepinggir karena ini semua kalau tetap ditengah ini akan bebannya akan tambah kesini," ujarnya.
Untuk total aset yang diterima Pemkot Bogor kata Bima jika dirupiahkan sebesar Rp 345 miliar.
Sementara itu ditempat terpisah Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan perencanaan pembangunan kantor kantor pemerintahan di 6 hektare lahan eks BLBI akan dimulai tahun depan.
"Tahun depan akan kita gambar, baru kita rancang, kita siapkan cut and fieldnya, DED-nya Insya Allah tahun depan lah. Setelah itu saat sudah siap kita ajukan anggarannya itu untuk yang 6 hektar yang di Katulampa," katanya beberapa waktu lalu.
Pembangunan kantor kantor pemerintahan kata Dedie sudah direncanakan sejak dua tahun terakhir ini pihaknya memang mencari solusi bagaimana beban lalu lintas di pusat Kota Bogor bisa tersebar ke depannya.
"Jadi tidak semuanya berada di pusat kota, di pusat kota itu kan ada Kantor Pajak Pratama, Kanwil Pajak Jawa Barat, Kejaksaan, Lembaga Penelitian, Samsat, semuanya terlalu terpusat. Jadi kita memikirkan ke depan kita harus punya lahan untuk pusat pelayanan masyarakat Kota Bogor yang terpadu," ungkapnya.
Selain lahan 6 hektare di Katulampa dua lahan eks BLBI lainnya yang diterima Pemkot Bogor adalah lahan seluas 3,2 hektar di Kelurahan Empang.
Rencananya lahan di Empang itu akan digunakan untuk stasiun kecil atau stoplet kereta Bogor-Sukabumi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/kantor-balaikota-bogor-di-jalan-ir-h-djuanda-kota-bogor-123.jpg)