Evaluasi Operasional Biskita Trans Pakuan Bogor, BPTJ Soroti Ketepatan Jadwal
Yang menjadi evaluasi ke depan adalah mengenai head way atau jarak antar bus ketika tiba di titik penjemputan penumpang.
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Antusias pengguna layanan Biskita Trans Pakuan Bogor cukup tinggi.
Badan Pengelola Jasa Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mencatat dari laporan yang diterima, rata-rata penumpang Biskita Trans Pakuan mencapai 2000 hingga 3000 penumpang perhari dari 10 bus yang diopersikan di koridor Stasiun Bogor-Terminal Ciparigi.
Kepala BPTJ Polana B. Pramesti mengatakan pihaknya mengapresiasi antusias masyakat Kota Bogor yang cukup tinggi dalam menggunakan transportasi Biskita Trans Pakuan.
"Dari hari pertama soft launching itu pada saat kita ujicoba banyak masyarakat antre, alhamdulillah sudah ada antusias dari masyarakat untuk menikmati layanan ini," katanya Sabtu (27/11/2021) saat melakukan evaluasi di Kota Bogor.
Meski demikian kata Polana, ada sejumlah evaluasi yang harus dikordinasikan untuk memaksimalkan layanan ini.
Yang menjadi evaluasi ke depan adalah mengenai headway atau jarak antar bus ketika tiba di titik penjemputan penumpang.
Hal itu masih menjadi kendala lantaran keterbatasan pemerintah daerah sehingga tidak bisa membuat jalur bus seperti di DKI Jakarta.
"Sehingga (Biskita) masih mix dengan traffic sehingga yang menjadi PR kita adalah harus diperbaiki headway tapi kita mengingatkan bahwa program ini untuk meningkatkan pemerintah kota bukan hanya memberikan subsidi tapi pemerintah daerah juga punya kewajiban agar masyarakat tertarik naik angkutan umum," ujarnya.
Pasalnya, dalam layanan ini kata Polana yang menjadi unggulan adalah kepastian waktu perjalanan pengguna jasa transportasi.
"Kita beraharap ada rekayasa lalu lintas pengaturan dari pemerintah daerah, Itu lah kendala kendala terkait headway nanti kita kerjasama dengan pemkot agar head way nya terjaga, tentunya nanti ini terkait dengan kepastian jadwal, krena sebenanrnya nilai tambah dari bus kita ini adalah tepat waktu," katanya.
Untuk head way Biskita Trans Pakuan kata Polana waktu yang ditentukan adalah 8 menit jarak antar bus.
Namun karena kondisi tertentu jarak antar bus molor menjadi 20 menit.
Selain head way yang menjadi evaluasi adalah ketersediaan halte.
Polana mengungkapkan bahwa saat ini kesiapan halte belum seluruhnya rampung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/biskita-tranpakuan-trayek-ipb-baranangsiang-ipb-dramaga.jpg)