IPB University
Guru Besar IPB University Dorong Mahasiswa Jadi Petani Digital, Ini Alasannya
pertanian modern di era industri 4.0/5.0 seharusnya dapat menarik generasi muda untuk menjadi petani milenial.
Dengan pengelolaan yang baik, hasilnya juga semakin menguntungkan.
“Menjadi petani tidaklah harus selalu kotor dan memusingkan. Teknologi ini harus dimanfaatkan dan seharusnya diterapkan di pertanian sehingga menjadi daya tarik untuk generasi milenial,” ungkapnya.
Ia menilai bahwa perkembangan digitalisasi pertanian menjadi jawaban akan keraguan generasi muda terhadap profesi pertanian.
Pertanian cerdas dengan pertanian digital ini didorong oleh konsep Agromaritim 5.0 dengan menerapkan analisis big data. Konsep ini dikembangkan oleh IPB University.
“Agromatim 5.0 secara perlahan mengubah konvesional farming menjadi pertanian modern yang terintegrasi dan presisi. IPB University terus mendorong penerapannya dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan. Melalui konsep ini, pertanian yang cerdas semakin didorong dengan teknologi IoT (internet of things) dan kecerdasan buatan,” imbuhnya.
Dengan konsep ini, lanjutnya, berbagai produk pertanian didorong untuk memiliki nilai tambah yang tinggi. Generasi muda harus memiliki kreativitas agar dapat mendorong majunya pertanian.
Karena pertanian modern tidak hanya mencakup panen namun menciptakan ekosistem pertanian yang menguntungkan dengan nilai tambah.
“Proses hulu hilir di masa depan harus menggalakkan teknologi cerdas. Di IPB University telah diupayakan agar dosen dan mahasiswa melalui penelitian dan komunitas terus mengembangkan teknologi cerdas untuk diaplikasikan di pertanian,” sebutnya. Ia berharap para mahasiswa Indonesia dapat menjadi digital talent di masa datang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/petani-milenial-di-kota-bogor-mencoba-menanam-bonteng-acar.jpg)