Geram Punya Kades Ngamar dengan Wanita Lain, Warga Sindir Harga Kamar Hotel : Masa Cuma Rp 80.000?

Solikin mengatakan unjuk rasa tersebut merupakan akumulasi kekesalan warga atas perilaku kepala desa, yang diduga telah dua kali selingkuh

Penulis: Uyun | Editor: Soewidia Henaldi
Kompas/Slamet Widodo
Malu dengan kelakuan Kades ngamar bareng wanita lain di hotel, warga unjuk rasa tuntut sang lurah mundur 

Dalam aksi unjuk rasa itu, warga meminta kepala desa berinisial AA itu untuk segera mundur dari jabatannya.

"Kami minta secepatnya mundur, kalau tidak kami akan melakukan aksi lebih besar. Warga sudah hilang kesabaran," tutur Solikin.

Waraga lainnya pun bersikukuh menuntut kades untuk turun dari jabatannya.

Mereka mengaku malu dengan perbuatan oknum kades itu.

"Tuntutan kami jelas, kades harus turun, karena sudah mencoreng nama baik desa. Kami malu dengan perbuatannya," tegasnya.

Tak hanya itu, warga mencorat-coret aspal jalan depan kantor balai desa sebagai pemberitahuan bahwa kantor desa disegel.

“Sebelumnya warga Desa Aryojeding adem ayem tentram, tidak pernah terjadi reaksi apa-apa, kini masyarakat bergerak bersatu menuntut agar kepala desa mundur,” ujar Solikin.

Baca juga: Kepergok Saat Akan Kabur, Maling di Indramayu Langsung Jujur Curi Kambing Warga

Baca juga: Polisi Tak Kunjung Ungkap Nama Pelaku Kasus Subang, Tuti dan Amalia Ucap Terima Kasih ke Yoris

Penjelasan kades

Kepala Desa Aryojeding, AA, membantah tudingan warga yang menyebut dirinya berselingkuh.

Tudingan kasus perzinaan tersebut, kata AA, hanya sebatas dugaan dan tidak memiliki bukti yang kuat.

“Ya saya membantah. Ini kan masih dugaan. Kalau punya bukti kuat silakan,” ucap AA di ruang kantor desa.

unjuk rasa warga Aryojeding di depan kantor desa
unjuk rasa warga Aryojeding di depan kantor desa (SURYA.CO.ID/David Yohanes)

Warga pun akhirnya membubarkan diri setelah dimediasi dengan kades.

Meski demikian, warga mengancam akan melakukan aksi lebih besar jika tuntutan mereka tak dipenuhi.

Camat menyarankan agar warga membuat laporan resmi ke kecamatan.

Laporan ini akan ditembuskan ke Bupati Tulungagung untuk selanjutnya diproses. (*)

(TribunBogor/Kompas/Surya)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved