Breaking News:

Pidato Akhir Tahun APEKSI Outlook, Bima Arya: UU Ciptaker dan Omnibus Law Salah Satu Ujian Tahun Ini

Ada usulan dari teman-teman APEKSI, karena proses tidak maksimal, karena komunikasi tidak berjalan baik, kemudian kita ajukan untuk judicial review.

Editor: Mohamad Rizki
Istimewa/Pemkot Bogor
Bima Arya dalam pidato akhir tahun di acara APEKSI OUTLOOK di Denpasar, Bali, Sabtu (18/12/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Salah satu kebijakan yang menarik perhatian pemerintah daerah adalah terkait UU Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Meski Mahkamah Konstitusi sudah memutuskan untuk dilakukan revisi, para kepala daerah meminta untuk diberikan ruang bagi para pemangku kebijakan di daerah agar dapat memberikan saran kepada pemerintah pusat dalam banyak hal.

Kebijakan ini pun menjadi salah satu poin yang dibahas oleh Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bima Arya dalam pidato akhir tahun di acara APEKSI OUTLOOK di Denpasar, Bali, Sabtu (18/12/2021).

"Kita melewati cobaan dan ujian, UU Ciptaker atau Omnibus Law itu salah satu contoh.

Ada usulan dari teman-teman APEKSI, karena proses tidak maksimal, karena komunikasi tidak berjalan baik, kemudian kita ajukan untuk judicial review.

Tapi saat itu kita putuskan perkuat sosialisasi untuk perkuat perumusan UU turunannya.

MK kemudian menyebut UU ini inkonstitusional bersyarat," ungkap Bima. 

"Artinya pelajaran yang sangat mahal yang kita dapatkan di 2021 adalah ketika kebersamaan, kesetaraan, komunikasi, kepercayaan terhadap pemerintah daerah ruangnya dibatasi, makanya menimbulkan persoalan baru," tambah Wali Kota Bogor ini.

Bima mengayakan, Omnibus Law jika sedari awal melibatkan dengan penuh pemerintah daerah dalam pembahasannya mungkin banyak hal yang bisa dihindari.

"MK memang sudah memutuskan akan ada revisi dan kita berharap apapun itu, apapun langkahnya ke depan tetap ada ruang yang cukup bagi kita, bagi para pemangku kebijakan di daerah untuk bisa memberikan saran kepada pemerintah pusat dalam banyak hal," ujar Bima.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved