Senyum Manis Petani Jagung di Bogor, Panen Perdana di Penghujung Tahun
Di tengah terbatasnya lahan pertanian di Kota Bogor, seorang warga Kelurahan Tanah Baru menggarap lahan kosong menjadi lahan pertanian.
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Vivi Febrianti
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Bakar jagung pada momentum malam pergantian tahun menjadi aktivitas yang rutin dilakukan kebanyakan masyarakat, dalam merayakan malam tahun baru.
Momentum itu pun menjadi agenda rutin para petani, untuk menanam jagung tiga atau empat bulan sebelum akhir tahun agar bisa dipanen menjelang malam pergantian tahun.
Di tengah terbatasnya lahan pertanian di Kota Bogor, seorang warga Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor menggarap lahan kosong menjadi lahan pertanian.
Adji Prasetyo bersama Rekannya Dedi mulai merintis pertanian dilahan yang disewanya di wilayah Kampung Jengkol, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.
Disana Adji mencoba menanam jagung bersama rekannya Dedi.
Penanaman jagung itu kata Adji dilakukan pada penanaman pertama untuk mengejar momentum tahun baru.
"Kalau saya sebenarnya belum pernah bertani skala besar, hanya ada di rumah tanam cabai, ya sedikit-sedikit, kecil kecil, baru ini mau coba skala besar makanya mencoba tanam jagung sekalian ngejar momentum juga," katanya saat ditemui ketika panen perdana,Kamis (30/12/2021).
Penanaman jagung ini sudah dilakukan Adji sejak sekitar bulan Oktober lalu karena melihat estimasi waktu tanam hingga panen jagung berkisar tiga hingga empat bulan.
"Tepatnya mulai pada, 9 Oktober 2021, itu mulai tanam kalau pengolahan tanahnya sudah dari akhir September hingga awal Oktober," katanya.
Meski baru hanya sekitar 40 persen jagung yang dipanen dari sekitar 5000 batang jagung diluas lahan sekitar 1000 meter itu Adji mengaku sudah cukup lumayan dimasa tanam perdana dan panen petama.
Pada panen perdana ini Adji mendapat sekitar 240 kiolgram jagung dari 40 persen hasil panennya.
Karena kata Adji masih ada sekitar 60 persen lagi yang belum dipanen lantaran perkembangan jagung tidak merata.
"Iya masih banyak yang belum dipanen, pertumbuhannya tidak merata, masih sekitar satu bulan lagi baru bisa panen raya," katanya.
Meski demikian kata Adji scara keuntungan, dari biaya produksi hasil tersebut sudah membuatnya tersenyum manis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/petani-jagung-dan-pembeli-jagung-untuk-dijual-pada-malam-pergantian.jpg)