Disdik Jabar dan Shopee Perdana Terapkan Kurikulum Bisnis Digital di SMKN 1 Kota Bogor
Ridwan Kamil mengatakan Jawa Barat sejak lama memiliki cita-cita besar membangun pondasi distruksi 4.0 di SMK.
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAHSAREAL - Provinsi Jawa Barat melalui Disdik Pemprov Jabar bersama Shopee perdana menerapkan kurikulum bisnis digital di SMKN 1 Kota Bogor.
Penerapan perdana kurikulum bisnis digital di SMK Jawa Barat ini dibuka oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, serta Kepala Hubungan Pemerintahan Indonesia pada Shopee Indonesia, Balques Manisang dan dihadiri oleh Direktur SMK Kemendikbud Ristek, Wardhani Sugiyanto, Kepala Disdik Jawa Barat Dedi Supandi.
Ridwan Kamil mengatakan Jawa Barat sejak lama memiliki cita-cita besar membangun pondasi distruksi 4.0 di SMK.
Untuk itu kata Emil, Jawa barat berinisiatif untuk berinovasi mempercepat proses adaptasi ini.
"Dalam proses tatap muka ini kita mengawali semangat optimesme 2022 dengan kesiapan Jawa Barat untuk memulai kurikulum dengan penambahan penguatan kurikulum dengan namanya kurikulum bisnis digital," katanya.
Penerapan kurikulum bisnis digital ini kata Ridwan Kamil, Jawa Barat menggandeng institusi 4.O Shopee yang bergerak dibidang e-Commers.
Kedepan kata Emil pihaknya juga akan menggandeng institusi lain yang bergerak dibidang otomotif, teknologi informasi, serta industri lainnya.
"Jadi semua pemain industri yang membuat SMK ini ahlinya bena-benar nyambung dengan kebutuhan kerja seiring dengan itu hari ini dimulai kelas perdana untuk 12 bulan pendidikan bisnis digital untuk anak SMK di Jawa Barat," ujarnya.
Ia berharap anak-anak SMK Jawa Barat akan juara dibidang digital dan banyak diserap pasar kerja serta mayoritas akan mejadi wirausaha.
Dilokasi yang sama Direktur SMK Kemendikbud Ristek, Wardhani Sugiyanto mengapresiasi program baru di Provinsi Jawa Barat ini.
Sehingga kata Wardhani kurikulum ini bisa mengedukasi provinsi lainnya untuk ikut mengimplementasi kurikulum dengan paradigma baru yang memperkuat pada soft skill.
Sementara itu Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengakuai bahwa bukan hal yang mudah menuju kota smart city.
Namun hal itu bisa diatasi dengan membangun ekosistem digital berkolaborasi bersama entitas tertentu untuk menguatkan domain digital.
"Hari ini saya kira betul-betul harus kita akselerasi apalagi pak Jokowi sudah diklaim 2025 Indonesia harus jadi digitalnation dengan target 5000 starup difase digital ini sangat serius," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ridwan-kamil-shopee.jpg)