Sakit Hati Pujaannya Dilamar Pria Lain, Kuli Bangunan Habisi Nyawa Guru SMP, Sempat Buron 70 Hari
Untuk menyamarkan identitas saat kabur, pelaku bekerja sebagai kuli bangunan untuk sebuah proyek di rumah sakit di Jakarta.
Penulis: Uyun | Editor: Ardhi Sanjaya
Mengetahui kabar itu, tersangka menyiapkan senjata tajam jenis golok dan mendatangi rumah korban yang tinggal tidak jauh dari desanya.
"Saya sangat mencintainya, saya iri banyak pria yang datang melamarnya," ucap Bang Andy, dikutip dari Youtube TVOne News.
Baca juga: Perempuan Asal Indonesia Divonis 20 Tahun Penjara di Hongkong, Ini Kronologi hingga Penyebabnya
AI juga mengaku pernah melamar WA, namun korban menolak lamaran pria berstatus duda itu.
Karena sakit hati, pelaku pun menghabisi nyawa WA untuk melampiaskan dendamnya.
"Saya sungguh-sungguh ingin dia jadi istri saya," ujar Bang Andy.
Setelah melakukan aksi kejinya, Bang Andy kabur ke Jakarta dan bekerja di lokasi proyek pembangunan RS Harapan Kita di Kota Bambu Utara Kecamatan Palmerah Jakarta Barat.
Selama pelariannya, Bang Andy mengaku menyesali perbuatannya menghilangkan nyawa dua ibu dan anak itu.

Atas tindakanya, tersangka dijerat pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP atau pasal 351 ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
"Tersangka terancam hukuman penjara 15 tahun," pungkas Kasatreskrim.
Baca juga: Tertunduk Lesu, Herry Wirawan Dituntut Hukuman Mati dan Kebiri Kimia, Ini yang Memberatkan Terdakwa
Kronologi Pembunuhan
Dikutip dari Kompas TV, Wira Akhidiyati, seorang guru SMP di Purworejo yang juga warga Desa Kedungkamal, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menjadi korban pembunuhan seorang lelaki, yang mengaku mencintainya pada Minggu (31/10/2021) pagi.
Tak hanya melukai korban hingga tewas, pelaku juga melukai ibu kandung korban Rofingatun, yang kini dirawat di RSUD Dr. Tjitrowardojo Purworejo dalam kondisi kritis.
Peristiwa ini terungkap saat salah seorang tetangga korban mendengar suara teriakan minta tolong.
Saksi yang kemudian mencari sumber suara tersebut, sempat melihat pelaku keluar dari rumah korban dan berlari ke arah utara.
Saat saksi masuk ke dalam rumah, korban dan ibunya sudah tergeletak di lantai.
