Breaking News:

Setelah Virus Corona Varian Delta dan Omicron, Kini Muncul Deltacron

Pasien yang terinfeksi memiliki risiko rawat inap yang jauh lebih tinggi daripada mereka yang memiliki varian virus alfa.

Editor: Tsaniyah Faidah
PIRO4D/Pixabay
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Peneliti di Siprus mengklaim telah menemukan varian virus corona baru yang menggabungkan karakteristik virus varian Delta dan virus omicron.

Seorang peneliti yang berbasis di Universitas Siprus mengatakan ia telah menemukan jenis baru virus corona yang menggabungkan karakteristik varian delta dan omicron.

Leonidos Kostrikis dan timnya telah mengidentifikasi 25 kasus yang oleh profesor ilmu biologi dan kepala Laboratorium Bioteknologi dan Virologi Molekuler disebut "deltacron."

Omicron sangat menular dan telah menjadi varian dominan SARS-CoV-2 di banyak negara, termasuk Inggris dan AS.

Delta adalah varian dominan di seluruh dunia selama musim panas.

Baca juga: Varian Omicron Sudah Masuk Bogor, 1 Warga Dramaga Positif, 10 Orang Kontak Erat

Pasien yang terinfeksi memiliki risiko rawat inap yang jauh lebih tinggi daripada mereka yang memiliki varian virus alfa.

Deltacron, menurut Kostrikis, memiliki tanda genetik mirip omicron di dalam genom delta.

"Kita akan melihat di masa depan jika jenis ini lebih patologis atau lebih menular atau apakah akan menang" melawan delta dan omicron, Kostrikis mengatakan kepada penyiar Sigma TV dikutip dari dw.com.

Munculnya varian yang berpotensi menyebar secepat omicron atau menyebabkan kasus yang lebih parah menimbulkan kekhawatiran saat pertama kali diangkat.

Tetapi para ahli sejak itu mempertanyakan kebenaran temuan Kostrikis.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved