Info Kesehatan

7 Tips Cara Cegah Infeksi Varian Omicron, Ini Penjelasan WHO

Meningkatkan pengawasan dan pengurutan kasus. Membagikan urutan genom pada database yang tersedia untuk umum.

Tayang:
Editor: Damanhuri
SHUTTERSTOCK via tribunnews.com
Ilustrasi - Beberapa orang yang terinfeksi Omicron mengalami gejala lainnya yakni mual dan muntah. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kementerian Kesehatan mencatat kasus konfirmasi Omicron kembali bertambah.

Dikutip dari laman resmi Kemenkes, kebanyakan orang terinfeksi Omicron adalah mereka yang sudah divaksinasi lengkap dan tidak bergejala sampai bergejala ringan.

Artinya dengan vaksinasi dapat mengurangi tingkat keparahan akibat Covid-19.

Namun upaya vaksinasi saja tidak cukup, harus dibarengi dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Hal ini penting dilakukan untuk menjamin seseorang aman dari tertular maupun menularkan Covid-19 kepada orang lain.

Secara kumulatif kasus paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi. Kemudian kebanyakan kasus konfirmasi Omicron adalah mereka yang sudah lengkap vaksinasi Covid-19.

Sebanyak 99% kasus Omicron yang diisolasi memiliki gejala ringan atau tanpa gejala. 97% kasus didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan berasal dari Provinsi DKI Jakarta.

Selanjutnya sebanyak 4,3% kasus memiliki komorbid seperti Diabetes Melitus dan Hipertensi, serta 1% kasus membutuhkan terapi oksigen.

Dikutip dari Kompas.com, varian Omicron atau varian B.1.1.529 menjadi polemik baru pandemi Covid-19 di akhir tahun 2021.

Varian baru Omicron ini sudah mulai menyebar di beberapa negara.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia juga mulai waspada masuknya varian tersebut ke dalam negeri.

Masyarakat juga diminta untuk tetap melindungi diri dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Sehingga dapat terhindar dari peneyebaran virus corona yang sudah banyak bermutasi.

Baca juga: Positif Covid-19 di Indonesia Tambah 500 Kasus per Hari, Kenali Perbedaan Gejala Omicron dengan Flu

Berikut ini cara mencegah agar tidak terinfeksi Covid-19 terutama varian baru Omicron:

Cara mencegah infeksi varian baru Omicron

Dilansir dari laman resmi WHO, langkah yang paling efektif yang dapat dilakukan individu untuk mengurangi infeksi dan mencegah Covid-19, termasuk varian Omicron adalah:

1. Menjaga jarak fisik minimal satu meter dari orang lain.

2. Memakai masker dengan benar.

3. Membuka jendela untuk meningkatkan sirkulasi udara di dalam ruangan.

4. Menghindari ruangan yang ramai dan bervintilasi buruk.

5. Mencuci tangan dengan sabun dan air.

6. Menerapkan etika bersin dan batuk.

7. Mendapatkan vaksin Covid-19 hingga dosis penuh.

Karena Omicron dimasukkan dalam kategori Variant of Concern, ada beberapa tindakan lain yang direkomendasikan oleh WHO untuk dilakukan negara-negara, yakni:

Meningkatkan pengawasan dan pengurutan kasus. Membagikan urutan genom pada database yang tersedia untuk umum.

Melaporkan kasus atau klaster awal ke WHO. Melakukan penyelidikan lapangan.

Melakukan penyelidikan penilaian laboratorium untuk lebih memahami karakter Omicron.

Otoritas di masing-masing negara juga harus terus menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi untuk mengurangi laju infeksinya.

Beberapa fasilitas kesehatan masyarakat dan kapasitas medis untuk mengelola peningkatan kasus juga harus disiapkan.

Sebagai bentuk dukungan, WHO memberikan panduan kepada negara-negara untuk kesiapan dan ketanggapan.

Selain itu, penting pula untuk mengatasi ketidakadilan dalam akses ke vaksin Covid-19.

Pastikan setiap kelompok rentan mendapatkan vaksin hingga dosis penuh, di samping akses yang adil untuk pengobatan.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Berikut Rekomendasi WHO, Cara Cegah Infeksi Varian Omicron.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved