Demo di Depan Kemendagri, Ratusan Mahasiswa Dibawa ke Polda Metro Jaya

Aksi demonstrasi mahasiswa Papua di depan kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat berujung ricuh.

Editor: Vivi Febrianti
Tribunnews.com/Fandi Permana
Ratusan peserta aksi yang merupakan Mahasiswa Papua digiring ke Stadion Presisi Polda Metro Jaya. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Aksi demonstrasi mahasiswa Papua di depan kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat berujung ricuh.

Akibat aksi yang menuntut penolakan pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) itu, Kasat Intel Polres Metro Jakpus AKBP Ferikson Tampubolon terluka di bagian kepala karena pemukulan yang diduga dilakukan peserta aksi.

Polisi bergerak cepat mengamankan peserta aksi itu. Ratusan orang dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa lebih lanjut.

"Benar ada anggota yang terluka. Sementara ada beberapa orang yang sedang kita mau bawa ke Polda Metro untuk dilakukan pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan, Jumat (11/3/2022).

Meski sudah diamankan, Zulpan belum memerinci soal jumlah pesrta yang diamankan terkait demo tersebut.

Ia hanya menyebut para terduga pelaku masih dalam pendataan di Stadion Presisi Polda Metro Jaya.

"Sementara masih dalam pendataan di Polda Metro. Jumlah pastinya nanti setelah mereka selesai didata akan saya infokan," tambah Zulpan.

Baca juga: Buntut Demo Mahasiswa, Rektor Bibin Rubini Mendemosionerkan Dekan FH Unpak Yenti Garnasih

Pantauan Tribunnews.com, ratusan peserta aksi yang merupakan Mahasiswa Papua digiring ke Stadion Presisi Polda Metro Jaya.

Mereka didata oleh polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Seorang mahasiswa bernama Nico mengatakan, para peserta demo yang diamankan berjumlah 104 orang. Mereka dibawa dengan bus untuk diperiksa terkait bentrokan dalam demo di depan Kementerian Dalam Negeri itu.

"Jumlah teman-teman kami yang diamankan 104 orang," kata Nico.

Nico mengklain aksi yang digelar di depan kantor Kemendagri merupakan aksi damai. Ia menyebut demonstrasi itu beragenda menolak usulan Kemendagri untuk membentuk daerah otonomi baru (DOB) dengan pemekeran beberapa Provinsi di Papua.

"Aksi kami adalah aksi damai. Kami mewakili suara rakyat Papua untuk menolak DOB," imbuhnya.

Baca juga: Ikut Demo Kontroversi Menag Yaqut di Bogor, Habib Usman bin Yahya Diserbu Warga yang Ingin Salaman

Sebelumnya, ratusan mahasiswa Papua berunjuk rasa di depan kantor Kemendagri Jakarta Pusat hingga berujung ricuh. Akibatnya, Kasat Intel Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Ferikson Tampubolon terluka dibagian kepala diduga akibat dipukul peserta aksi.

"Iya betul, saat ini yang bersangkutan dibawa ke rumah sakit," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Jumat (11/3/2022).

Peristiwa ini terjadi saat AKBP Ferikson mengamankan demo mahasiswa Papua di depan kantor Kemendagri hari ini sekitar pukul 12.30 WIB. Polisi awalnya mengimbau kepada massa agar tidak melanjutkan unjuk rasa hingga merangsek ke Istana Negara.

"Mereka maksa demo di kawasan istana, tetapi kita cegat. Kita persuasif memberikan imbauan," imbuh Hengki.

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved