Kasus Crazy Rich

Pantau Crazy Rich yang Sering Pamer Harta di Medsos, Menkeu Sri Mulyani Senang: Nanti Kami Datangi

Sebagai informasi, saat ini Ditjen Pajak telah masuk ke semua lembaga keuangan maupun non keuangan untuk mendapatkan informasi wajib pajak.

Editor: khairunnisa
YouTube Direktorat Jenderal Pajak
Menteri Keuangan, Sri Mulyani 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Fenomena flexing atau pamer harta di media sosial yang dilakukan oleh para kalangan Crazy Rich disorot Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Sri Mulyani mengaku senang dengan adanya kegiatan flexing tersebut, pasalnya hal tersebut memudahkan pihak Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk melakukan pemantauan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Sri Mulyani dalam Sosialiasai UU HPP Jawa Tengah pada Kamis (10/3/2022) yang disiarkan melalui kanal YouTube Direktorat Jenderal Pajak.

"Kami senang kalau di medsos ada yang pamer mengenai account number, 'account saya yang paling gede'. Begitu ada yang pamer 'saya punya beberapa miliar', salah satu petugas pajak kami bilang 'ya nanti kita datangilah'," ujar Sri Mulyani dilansir TribunNewsBogor.com Jumat (11/3/2022).

Tindakan pemantauan terhadap pihak yang kerap memamerkan harta di media sosial oleh DJP dilakukan sebagai upaya menjaga kepercayaan masyarakat, bahwa negara melakukan pemungutan pajak yang adil.

Sri Mulyani pun mengungkapkan bahwa pajak yang dipungut akan digunakan untuk pembangunan nasional.

"Masyarakat kita akan percaya kepada pemerintah kalau dia tahu diperlakukan adil, dan uang pajaknya kembali lagi, bukannya dikantongi atau ditaruh di belakang kantor saya, tapi digunakan untuk bangun sekolah, bangun jalan raya, bangun irigasi," ungkap Sri Mulyani.

Pamer harta di media sosial yang belakangan tren di kalangan orang-orang bergelar Crazy Rich rupanya sudah diamati oleh Sri Mulyani.

Baca juga: Malah Jadi Tersangka, Terungkap Harta Crazy Rich Doni Salmanan dan Indra Kenz, Siapa Paling Tajir?

Bentuk pamer harta di media sosial itu seperti memperlihatkan saldo rekening, pemberian barang mewah, hingga penerimaan fasilitas perusahaan yang mewah.

Kegiatan-kegiatan tersebut akan dimasukkan dalam perhitungan pajak dan mendorong petugas pajak untuk memastikan bahwa mereka telah membayar kewajibannya.

"Karena sekarang ini ada juga di media sosial anak-anak yang baru umurnya 2 tahun udah dikasih hadiah pesawat, bukan pesawat-pesawatan ya, pesawat beneran sama orang tuanya," ujar Sri Mulyani.

"Jadi memang di Indonesia kan ada yang crazy rich, ada juga yang dia mendapatkan fasilitas dari perusahannya itu memang luar biasa besar. Itulah yang sekarang dimasukkan dalam perhitungan perpajakan, itu yang disebut aspek keadilan," lanjutnya.

Isi Saldo ATM Billy Syahputra
Isi Saldo ATM Billy Syahputra (Youtube channel Uya Kuya TV)

Sebagai informasi, saat ini Ditjen Pajak telah masuk ke semua lembaga keuangan maupun non keuangan untuk mendapatkan informasi wajib pajak.

Selain itu, kini Indonesia masuk ke dalam sistem pertukaran data perpajakan atau Automatic Exchange of Information (AEoI) antar negara.

Hal ini membuat data yang dimiliki Ditjen Pajak akan semakin lengkap, baik mengenai data wajib pajak di dalam negeri, maupun di luar negeri.

Baca juga: Ikut Terseret Kasus Doni Salmanan, Mantan Istri Curhat Pilu Akui Kena Imbas Ulah Crazy Rich Bandung

"Jadi yang enggak pamer (harta) saja bisa diketahui, apalagi yang pamer," ucap Sri Mulyani.

Seperti yang telah diketahui bersama, kini banyak pihak dengan gelar ' Crazy Rich' tiba-tiba muncul di media sosial tanpa dikenal dan tidak diketahui latar belakang pendidikan, kelurga, serta pekerjaannya.

Hal tersebut mendorong Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mendalami dan memantau terkait sosok dengan gelar ' Crazy Rich' itu.

Dengan beberapa langkah tersebut diharapkan kasus penipuan berkedok trading yang dilakukan oleh para crazy rich belakangan ini terjadi dapat diatasi dan tidak ada lagi kasus serupa.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved