Tata Cara Sholat Nisfu Syaban, Lengkap Bacaan Niat dan Doanya

Anjuran untuk melaksanakan sholat sunah pada malam Nisfu Syaban disampaikan pula oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin.

Tayang:
Penulis: tsaniyah faidah | Editor: Tsaniyah Faidah
ummi-online.com
Ilustrasi - Sholat Nisfu Syaban merupakan salah satu amalan sunah yang bisa dilaksanakan pada malam nisfu syaban. 

Pada malam itu, bacalah dua kalimat syahadat sebanyak-banyaknya.

Sayyid Muhammad bin Alawi menjelaskan:

وينبغي للمسلم أن يغتنم الأوقات المباركة والأزمنة الفاضلة، وخصوصا شهر شعبان وليلة النصف منه، بالاستكثار فيها من الاشتغال بكلمة الشهادة "لا إله إلا الله محمد رسول الله".

“Seyogyanya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah, khususnya bulan Sya’ban dan malam pertengahannya.”

3. Membaca istighfar

Perbanyaklah membaca istighfar pada malam Nisfu Syaban.

Ingat, tidak ada manusia yang luput dari dosa atau kesalahan. Untung saja Allah SWT senantiasa membuka pintu ampunan bagi siapapun.

Sayyid Muhammad bin Alawi menjelaskan:

الاستغفار من أعظم وأولى ما ينبغي على المسلم الحريص أن يشتغل به في الأزمنة الفاضلة التي منها: شعبان وليلة النصف، وهو من أسباب تيسير الرزق، ودلت على فضله نصوص الكتاب، وأحاديث سيد الأحباب صلى الله عليه وسلم، وفيه تكفير للذنوب وتفريج للكروب، وإذهاب للهموم ودفع للغموم

“Istighfar merupakan amalan utama yang harus dibiasakan orang Islam, terutama pada waktu yang memiliki keutamaan, seperti Sya’ban dan malam pertengahannya. Istighfar dapat memudahkan rezeki, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits. Pada bulan Sya’ban pula dosa diampuni, kesulitan dimudahkan, dan kesedihan dihilangkan."

Meski malam Nisfu Syaban adalah malam pengampunan dosa, pada malam inilah juga dianjurkan berbagai amalan kebaikan yang dikerjakan di bulan Syaban.

Baca juga: Sholawat Nariyah Tulisan Arab, Latin dan Artinya - Amalan Sholawat Nabi dan Keutamaannya

Keistimewaan malam Nisfu Syaban

Disebutkan Ustaz Abdul Somad, pada malam Nisfu Syaban, Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya.

Namun, Ustaz Abdul Somad menjelaskan pengampunan dosa tersebut dikecualikan bagi orang yang menyekutukan Allah SWT.

Selain itu pengecualiannya juga ditujukan bagi orang bertengkar namun saat malam Nisfu Syaban belum juga berdamai.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam riwayat lain dari Abu Musa disebutkan pula Rasulullah SAW bersabda,
إِنَّ اللهَ لَيَطَّلِعُ فِـيْ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِـجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

“Sesungguhnya Allah Ta’ala melihat (kepada makhluk-Nya)di malam Nishfu Sya’ban, dan memberi ampunan bagi orang-orang yang beriman kecuali orang yang musyrik dan orang yang mendengki.
(Hadis Hasan: HR. Ibnu Majah (no. 1390), dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu anhu. Lihat Shahiihul Jaami’ (no. 1819))

Dikutip dari Youtube Dakwah Nusantara, Ustaz Abdul Somad menyebutkan amalan yang dikerjakan malam Nisfu Syaban yakni dengan menghidupkan ibadah.

Di antaranya membaca Alquran, zikir, salat tahajud, witir, sedekah, hingga salat sunah taubat.

"Semua yang beribadah malam itu, diampunkan Allah. Jadi malam ini bisa dibilang malam perdamaian, supaya masuk bulan Syaban hatinya plong," ujar Ustaz Abdul Somad.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved