Sambut Pemilu 2024, KPU Kota Bogor Matangkan Skema, Jumlah Anggarannya Segini

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor terus melakukan persiapan matang menatap pesta Demokrasi 2024.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Ketua KPU Kota Bogor saat dijumpai oleh TribunnewsBogor.com di Kantor KPU Kota Bogor, Jumat (18/3/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor terus melakukan persiapan matang menatap pesta Demokrasi 2024.

Ketua KPU Kota Bogor Samsudin menjelaskan, kesiapan-kesiapan tersebut dimulai ketika pihaknya sudah menganggarkan anggaran tahapan pencoblosan kepada Pemerintah Kota Bogor.

"Jadi ada beberapa tahapan. Penyelengaraan, pengawasan, dan pengamanan. Namun, kita sebagai penyelenggaran menganggarkan sebesar 59 Miliar untuk 2024 nanti," ujarnya saat ditemui oleh TribunnewsBogor.com di Kantor KPU Kota Bogor, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jumat (19/3/2022).

Dana perencanaan anggaran itu, diakui oleh Samsudin, lebih besar dibandingkan tahun pemilu setempat 2019 lalu.

Ada beberapa faktor yang turut membedakan dengan kondisi pemilu tahun 2019 lalu.

"Tahun 2019 dianggarkan 39 Miliar keseluruhan. Sekarang meningkat. Karena ada penambahan jumlah TPS, pemilih, serta honor para PPK, kemudian PPS," tambahnya.

Dana yang dianggarkan tersebut, sambung Samsudin, belum termasuk kepada anggaran pengawasan, dan pengamanan.

Meurutnya, dua ranah itu, domainnya berbeda dari Tupoksi KPU itu sendiri.

"Pengawasan itu dari Bawaslu. Kemudian, pengamanan dari jajaran Polri. Kami tanya belum masuk. Tapi, jika diakumulatifkan dana anggaran dari seluruh tahapan itu sekira diatas 100 Miliar," jelasnya.

Dana anggaran yang sudah diakumulasi itu, diakui oleh Samsudin, akan diatur segala prosesnya bersama BPKAD, Pemkot, dan DPRD.

Sehingga, dalam proses pencairan harus menunggu sesuai dengan arahan ketiga unsur tersebut.

Meskipun, imbuh Samsudin, dana yang diakumulasi itu, sesuai rencana menggunakan sistem nabung.

"Kita sudah koordinasi dan audiensi. Memang jika dianggarkan mengguanakan APBD sekarang itu berat. Jadi disepakati, bahwasanya mekanismenya nabung menggunakan Perda cadangan," jelasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved