Berhari-hari Hilang di Hutan Penuh Hewan Liar, 2 Bocah Ini Ditemukan Hidup, Kondisinya Mengejutkan
Kisah mereka ini pun menjadi perbincangan warga seluruh dunia usai viral di media sosial.
Penulis: tsaniyah faidah | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
"Perempuan itu tahu, ada orang tinggi besar seperti ayang-ayang (genderuwo)," cerita Paiman.
Selain soal genderuwo, hal mistis lainnya juga santer dialamatkan pada ibu korban, Faridatul Nikmah.
Kabarnya, Faridatul kerap mengalami kesurupan sejak menikah dua tahun lalu.
Kejadian itu diungkap langsung oleh kepala dusun bernama Sumadris.
Dugaan Sementara Polisi
Hal gaib yang menyelimuti kasus hilangnya bayi K tak lantas dipercayai pihak kepolisian.
Terlebih Kapolsek Ambulu, AKP Ma'ruf yang sangsi dengan cerita mistis tersebut.
Alih-alih mempercayai dugaan liar tersebut, AKP Ma'ruf justru membongkar hal tak masuk akal di kasus penemuan jasad bayi K.
Baca juga: Sedang Bersih-bersih, Petugas Syok Lihat Janin Bayi di Saluran Air, Para Tamu Hotel Akan Diperiksa
Menurut AKP Ma'ruf, tidak mungkin bayi usia satu bulan bisa jatuh ke dalam sumur.
Karenanya, ia pun mencurigai ada peran orang lain di kematian sang bayi.
Dengan kata lain, polisi menduga korban diduga kuat dibunuh oleh orang dalam atau dekat.
Karena bayi, yang belum bisa berjalan dan merangkak, tidak mungkin jatuh ke sumur.
"Kalau kita lihat anak bayi kan enggak mungkin masuk sumur ya. Kemungkinan ada yang membunuh. Ini masih kita selidiki, masih kita lakukan pemeriksaan," pungkas AKP Ma'ruf.
Guna mengusut kematian bayi usia satu bulan itu, polisi telah memeriksa tiga orang saksi mata.
"Dalam waktu tidak terlalu lama bisa kita ungkap. Untuk sementara ini, sudah ada tiga (saksi) kita lakukan pemeriksaan. Untuk orangtua korban belum (diperiksa) karena masih syok, depresi," ungkap AKP Ma'ruf.
Baca juga: Tak Terima Anak Pertama Bukan Laki-laki, Ayah Tembak Bayi Perempuannya yang Masih Usia 7 Hari
Rencananya, polisi juga akan memeriksa orang tua korban.
Meski begitu, pihak keluarga keberatan korban diotopsi.
Namun polisi tetap membawa jenazah korban ke kamar mayat rumah sakit dr Soebandi Jember untuk diotopsi guna mengetahui penyebab kematian korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/glauco.jpg)