Anies Habiskan Triliunan Rupiah Demi Formula E, PDIP Sebut DKI Akan Rugi Besar : Sangat Memalukan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selama ini sudah jor-joran menggunakan uang hampir Rp1 triliun demi menggelar Formula E

Warta Kota
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Ketua Pelaksana Formula E Ahmad Sahroni di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat pada Senin (29/11/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Polisi PDIP Gilbert Simanjuntak memprediksi, DKI akan mengalami kerugian hingga Rp700 miliar akibat gelaran Formula E.

Pasalnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selama ini sudah jor-joran menggunakan uang hampir Rp1 triliun demi menggelar balap mobil bertenaga listrik itu.

Namun, di sisi jumlah penonton Formula E ternyata dibatasi hanya sekitar 10 ribu orang saja.

"Target penonton sejumlah 10 ribu sangat memalukan untuk kehebohan dan biaya yang luar biasa besar dikeluarkan untuk Formula E," ucapnya dalam keterangan tertulis, Senin (28/3/2022).

Anggota Komisi B DPRD DKI ini merinci, Pemprov DKI sudah menggelontorkan dana Rp560 miliar untuk commitment fee dan Rp150 miliar untuk pembuatan sirkuit.

Jika ditotal maka Pemprov DKI sampai saat ini sudah menghamburkan Rp710 miliar demi menjadi tuan rumah balap mobil yang diklaim ramah lingkungan ini.

Baca juga: Mau Masuk Mobil, Anies Baswedan Tiba-tiba Diadang Emak-emak, Gubernur Langsung Keluarkan Ini

"Sebuah sirkuit dengan penonton hanya 10 ribu perlu biaya Rp710 miliar dan target pemasukan dari tiket maksimal Rp10 miliar.  Jumlah kerugian Rp700 M tidak masuk akal," ujarnya.

Gilbert pun sangat menyesalkan hal ini, sebab Pemprov DKI pada pembicaraan awal dengan DPRD DKI menyebutkan bahwa target penonton bisa mencapai 90 ribu orang.

Ia pun mencium kejanggalan karena kini mendadak jumlah penonton dipangkas habis menjadi 10 ribu tanpa adanya alasan jelas.

Menteri BUMN Erick Thohir dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (wartakota)

"Terbaca bahwa perhelatan ini tidak akan sukses, kegamangan di Pemprov dan panitia yang terlanjur sesumbar sejak awal, dan evaluasi mereka yang melihat bahwa ini program yang abal-abal tanpa perencanaan yang baik dan serba dipaksakan," tuturnya.

Dibandingkan menggelar Formula E, Gilbert menyebut, anggaran Rp710 miliar bisa digunakan Pemprov DKI untuk membuat pabrik perlengkapan medis untuk para tenaga kesehatan, seperti ventilator, gas 02, jarum suntik, hingga parasetamol.

Terlebih, pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir dan bisa kembali meroket kapan saja.

"Uang Rp710 M sudah dapat membangun pabrik alat-alat medis dengan berkaca kepada mengerikannya kasus pandemi Covid dengan peralatan dan obat yang sulit sekali didapat," kata Gilbert.

Baca juga: Resmikan Masjid Baru di Cakung, Anies Baswedan Dikerubungi Jemaah : Foto sama Presiden 2024

Kata Wagub Ariza

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved