Mengintip Lapak Pedagang Uang Kuno di Bogor, Ada Koleksi Uang Pertama Tahun 1946

Uang kuno kerap dinilai sudah tak memiliki arti lantaran tidak bisa digunakan untuk berbelanja lagi.

Penulis: Siti Fauziah Alpitasari | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Siti Fauziah Alpitasari
Badri, PKL Uang Kuno mengoleksi uang cetakan pertama Indonesia tahun 1946, Rabu (30/3/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnewsbogor.com, Siti Fauziah Alpitasari

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Uang kuno kerap dinilai sudah tak memiliki arti lantaran tidak bisa digunakan untuk berbelanja lagi.

Padahal uang kuno dapat memiliki nilai jual yang tinggi jika ditawar kolektor.

Karena, kolektor memiliki minat tinggi terhadap uang yang pernah beredar.

Pantauan TribunnewsBogor.com, uang kuno ini dapat ditemukan di Kota Bogor, tepatnya di kawasan Jalan MA Salmun, Simpang Pohon Asem, Kota Bogor.

Badri seorang pria paruh baya yang sudah menginjak usia 68 tahun ini, masih mempertahankan penjualan uang kuno dan logam.

Awal mulanya, Badri senang mengoleksi uang kuno sejak tahun 1983.

Ketertarikannya membuat pria paruh baya itu, mengembangkan untuk jual beli uang kuno.

Lalu terjun dalam juak beli uang kuno ini sudah sejak tahun 1997 sampai sekarang.

“Awalnya seneng ngumpulin aja, lama-lama kenal banyak orang kayak polisi, keamanan, pedagang. Eh dibeli dengan harga plus. Jadi saya bisnisin sampai sekarang,” tutur Badri kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (30/3/2022).

Uniknya Badri mengoleksi uang kuno tahun 1946, di mana pada tahun tersebut uang baru saja dicetak.

“Kan tahun 1945 ada uang tapi itu uang darurat,” jelasnya lagi.

Namun saat ini uang keluaran tahun 1946 itu sudah laku terjual.

“Paling tua ini sekarang logam tahun 1952, sama uang kertas tahun 1959,” ungkapnya.

Badri pun menuturkan bahwa uang kuno ini semakin langka, semakin banyak dicari banyak kalangan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved