Izinkan Penumpang Buka Puasa di KRL,KAI Commuter : Makan dan Minum Secukupnya

PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter mengizinkan penumpangnya untuk berbuka puasa di KRL selama bulan Ramadan.

Tayang:
Editor: Vivi Febrianti
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Suasana di dalam Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Kota Bogor, Selasa (9/6/2020). Pihak stasiun menerapkan protokol kesehatan kepada petugas dan penumpang antara lain penerapan pembatasan jumlah kapasitas penumpang di dalam gerbong KRL untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter mengizinkan penumpangnya untuk berbuka puasa di KRL selama bulan Ramadhan.

Penumpang KRL diperbolehkan makan dan minum secukupnya ketika waktu buka puasa.

Selanjutnya, penumpang diminta kembali menaati protokol kesehatan sesuai aturan.

Hal tersebut, disampaikan oleh VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba saat mengumumkan Aturan Baru di KRL Selama Ramadan secara daring, Senin (4/3/2022).

“Khusus pengguna yang puasa, ketika waktu buka puasa kami mengizinkan untuk membatalkan puasa di KRL.”

“Makan dan minum secukupnya dan kembali mematuhi protokol kesehatan,” katanya, dikutip Tribunnews.com dari kanal YouTube Kompas TV.

Baca juga: Ini Menu Sahur dan Buka Puasa yang Dianjurkan untuk Ibu Menyusui, Simak Ulasannya

Dalam kesempatan tersebut, Anne juga menyampaikan aturan terkait penambahan jam operasional KRL.

“Per hari ini, Senin (4/3/2022), jadwal operasional KRL di Jabodetabek yang semula pukul 04.00-22.00 WIB, kini diberlakukan 04.00-24.00 WIB," ucapnya. 

“Sebelumnya, jumlah frekuensi perjalanan hanya 1005-1007 perjalananan, kini mulai hari ini perjalanan bisa mencapai 1053 perjalanan,” imbuh Anne.

Selain itu, Anne menyebut, pihaknya tetap melakukan pembatasan-pembatasan, seperti penyekatan di stasiun karena kapasitas KRL sebanyak 60 persen.

Baca juga: 5 Rekomendasi Menu Buka Puasa : Mulai dari Bubur Sumsum hingga Ayam Bakar Bumbu, Ini Resepnya

Kemudian, penumpang diimbau menggunakan masker, sering cuci tangan atau membawa handsanitizer.

Saat ini, lanjut Anne, pihaknya masih menempatkan marka-marka di stasiun dan di atas KRL, jadi berharap penumpang tetap mematuhinya.

“Kami berharap, pengguna jasa commuterline tetap mematuhi protokol kesehatan dan menggunakan Aplikasi KRL Acces untuk melihat update kondisi kepadatan KRL,” ungkapnya.

Anne mengatakan, kebijakan terbaru selama Ramadan ini, dilakukan dengan berbagai pertimbangan.

Dikatakan, kini perkembangan tren volume penumpang juga mengalami kenaikan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved