Tanda Kolesterol Naik Setelah Makan Daging Kambing, Dokter Sarankan Pengolahan yang Sehat

Pada momen Idul Adha, hidangan berbahan daging kurban menjadi salah satu sajian yang paling dinantikan.

Tayang:
Editor: Vivi Febrianti
Sajian Sedap
IDUL ADHA 2026 - Pada momen Idul Adha, hidangan berbahan daging kurban menjadi salah satu sajian yang paling dinantikan. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pada momen Idul Adha, hidangan berbahan daging kurban menjadi salah satu sajian yang paling dinantikan.

Mulai dari sate, gulai, tongseng, hingga tengkleng, olahan daging kambing hampir selalu hadir di meja makan keluarga.

Namun di balik kenikmatan tersebut, tidak sedikit orang yang khawatir kadar kolesterol mereka akan meningkat setelah mengonsumsi daging kambing.

Apalagi, daging merah kerap dikaitkan dengan risiko kolesterol tinggi dan berbagai gangguan kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.

Kekhawatiran itu semakin besar, terutama bagi penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi yang perlu lebih berhati-hati menjaga pola makan.

Berdasarkan data kandungan gizi, setiap 100 gram daging kambing diketahui mengandung sekitar 9,2 gram lemak dan 70 miligram kolesterol.

Angka tersebut membuat banyak orang memilih membatasi konsumsi daging kambing, khususnya saat perayaan Idul Adha ketika olahan daging tersedia dalam jumlah melimpah.

Lantas, apa saja tanda kolesterol naik setelah makan daging kambing?

Tanda kolesterol naik setelah makan daging kambing

Founder dan Chairman JDN Indonesia sekaligus dokter spesialis penyakit dalam, Andi Khomeini Takdir Haruni, mengatakan tidak ada batas pasti yang berlaku untuk semua orang dalam mengonsumsi daging kambing

Menurutnya, batas aman sangat bergantung pada kondisi kesehatan masing-masing individu, mulai dari usia, riwayat penyakit, hingga pola makan sehari-hari.

Namun, untuk orang sehat, konsumsi daging kambing dalam porsi wajar umumnya masih tergolong aman, misalnya sekitar 75-100 gram dalam sekali makan dan tidak dikonsumsi berlebihan terlalu sering.

“Yang sering menjadi masalah justru cara pengolahannya, seperti santan berlebihan, jeroan, kulit, atau dikonsumsi bersama makanan tinggi lemak lainnya,” kata Andi kepada Kompas.com, Selasa (26/5/2026).

Andi menjelaskan, anggapan bahwa daging kambing selalu menjadi penyebab utama kolesterol tinggi juga tidak sepenuhnya tepat.

“Banyak orang mengira daging kambing adalah ‘biang kolesterol’, padahal kandungan kolesterolnya tidak selalu lebih tinggi dibanding beberapa jenis daging merah lain,” ujarnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved