Breaking News

Puji Orba Lebih Sejahtera Dibanding Masa Jokowi, BEM SI Disemprot Hotman Paris: Belajar sama Senior!

Sebagai mantan aktivis tahun 98, Masinton Pasaribu menilai pandangan mahasiswa ini perlu diralat

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Foto: Tribunnews.com/Gita Irawan
Massa aksi dari aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di gerbang utama DPR RI Senayan Jakarta pada Senin (11/4/2022) sekira pukul 14.00 WIB. 

"Ya itu apa? Anda masih ingat enggak apa? Kan Anda menuntut, Anda harus tahu donk," kata dia.

Barulah Kaharuddin membandingkan soal kesejahteraan di masa orde lama, orde baru dan saat ini.

"Tentang kesejahteraan, hari ini contoh misalnya di orde lama, kita peroleh yang namanya kebebasan tapi kesejahteraan tidak, orde baru kita peroleh kebebasan, kesejahteraan kita punya. Hari ini yang ingin kita tanyakan adalah, apakah kita peroleh kesejahteraan? apakah kita peroleh kebebasan?," tanya Kaharuddin.

"Jadi menurut Anda gimana?," tanya Hotman Paris lagi.

"Ya dikatakan peroleh, belum merata kan, tentang pertumbuhan ekonomi masih ada," kata dia.

"Jadi janji kampanye yang Anda tuntut adalah kesejahteraan dan kebebasan?," tanya Hotman Paris.

"Kebebasan, bagaimana kita mahasiswa melakukan demonstrasi, ini yang lebih disorot adalah kerusuhan dan kericuhannya," jelas Kaharuddin.

Mendengar pernyataan itu, Masinton Pasaribu pun tak tinggal diam.

"Sebentar, karena tadi kan Anda bilang zaman orde baru, kebebasan ada, kesejahteraan ada. Itu saya rasa, tolong diralat," kata Masinton.

"Orde baru itu tidak ada yang namanya kebebasan, kesejahteraannya semu gituloh. Jadi maksud saya teman-teman mahasiswa juga harus objektif. Karena kebebasan tidak ada dalam masa orde baru, makanyalah kami dan teman-teman tahun 97-98 menentang itu, memperjuangkan adanya demokrasi," jelas Masinton lagi.

"Jadi kayaknya mahasiswa ini perlu belajar dari yang senior," kata Hotman Paris.

Namun Kaharuddin pun tampaknya punya pandangan tersendiri.

"Terkait tentang hal tersebut, ya memang abang-abang di aktivis 98 punya sejarah, dan saat ini mahasiswa di tahun ini dia mengukir sejarah sendiri," kata Kaharuddin.

"Ya tapi kan Pak Masinton sudah membantah, jadi perlu belajar sama senior ya," kata Hotman Paris lagi.(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved