Puji Orba Lebih Sejahtera Dibanding Masa Jokowi, BEM SI Disemprot Hotman Paris: Belajar sama Senior!

Sebagai mantan aktivis tahun 98, Masinton Pasaribu menilai pandangan mahasiswa ini perlu diralat

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Foto: Tribunnews.com/Gita Irawan
Massa aksi dari aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di gerbang utama DPR RI Senayan Jakarta pada Senin (11/4/2022) sekira pukul 14.00 WIB. 

Ia pun kembali menegaskan bahwa aksinya tidak ditunggangi oleh kelompok politik manapun.

"Silahkan lihat 6 tuntutan itu tidak ada sama sekali terkait menggulingkan atau menurunkan Presiden Jokowi," tandasnya.

Selain itu, Kaharuddin juga menceritakan soal beberapa akun media sosial dan nomer WhatsApp-nya dibajak.

"Saya mengalami peretasan, WhatsApp, telegram, WA saya 3 nomor diretas, kemudian Instagram," kata Kaharuddin.

"Kamu punya 3 WA?," tanya Hotman Paris.

"Iya," jawab Kaharuddin.

"Waduh bisa ngalahin Hotman Paris, saya 1 WA Asprinya ada 39," seling Kaharuddin.

"Ada gak yang mengintimidasi?," tanya Hotman Paris lagi.

Pernyataan Koordinator BEM SI, Kaharuddin soal perbandingan kebebasan dan kesejahteraan di masa orde baru dan saat ini justru jadi bumerang.
Pernyataan Koordinator BEM SI, Kaharuddin soal perbandingan kebebasan dan kesejahteraan di masa orde baru dan saat ini justru jadi bumerang. (Youtube metrotvnews)

"Ada yang menghubungi, H- beberapa hari jelang 11 Maret, ada yang bilang 'Kamu mau pulang nama atau pulang sekarang?'," kenang Kaharuddin.

Kemudian, Hotman Paris pun menanyakan soal tuntutan mahasiswa terkait janji kampanye Jokowi.

"Anda mahasiswa juga menuntut jadi kampanye dari Jokowi? Janji yang mana yang Anda merasa belum dipenuhi?," tanya Hotman Paris.

"Ya pertama 12 tuntutan terkait pelemahan KPK, itu kan ada 12 tuntutan kita. Dan hari ini kenapa di 6, kami ingin menyampaikan, presiden jangan fokus di pesta demokrasi di tahun 2024, ataupun pembantu presiden yakni menteri-menterinya," jawab Kaharuddin.

"Jadi, janji kampanye yang mana yang perlu difokuskan?," tanya Hotman Paris lagi.

"Ya silahkan dilihat kembali visi misinya, janji-janjinya," jawab Kaharuddin.

Baca juga: Dorong Program Mahasiswa Peduli Stunting, Guru Besar IPB Berbagi Integrasi MBKM dan Kurikulum 2020

Mendengar jawaban itu, Hotman Paris pun makin mencecar Kaharuddin.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved