Jeritan Minta Tolong di Waktu Subuh Bikin Geger, Sepupu Syok saat Buka Kamar Antonius: Bapa Gak Kuat

Tiba-tiba sekitar pukul 03.30 dini hari, korban berteriak minta tolong dan menjerit kesakitan sambil memanggil nama sepupunya.

Penulis: Uyun | Editor: Vivi Febrianti
Tribunnews/ilustrasi
Ilustrasi Mayat 

Melihat kondisi korban yang sudah tewas mengenaskan, keponakan korban Erlin Lerek pun memanggil warga dan teteangga sekitar.

Salah seorang warga mengerahkan keluarga korban untuk mendatangi langsung Mapolres Rembata untuk melaporkan kasus ini.

Yohanis menjelaskan, setelah menerima laporan, ia bersama beberapa anggota langsung mendatangi lokasi.

Polisi juga langsung memasang police line dan melakukan olah TKP.

“Ya pagi ini ada penemuan mayat di desa pada. Almarhum berlumuran darah. Darah banyak sekali keluar dari mulut dan hidung. Di tempat tidur penuh darah,” ungkap Yohanis.

Ilustrasi garis polisi.
Ilustrasi garis polisi. ((SHUTTERSTOCK))

Saat olah TKP, Yohanis menemukan berbagai obat-obatan di rumah korban.

Disinggung ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban, Yohanis menjelaskan korban mati bersimbah darah.

Diduga korban keburu kehabisan darah sebelum dibawa ke rumah sakit.

Bahkan di seluruh tempat tidur pun bersimbah darah.

“Karena darah banyak sekali di tempat tidur. Badannya penuh darah," ujar Yohanis.

Selanjutnya jasad korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Lewoleba untuk diperiksa oleh petugas medis.

"Nanti pemeriksaan lanjutan baru bisa diketahui penyebab kematiannya. Jenasah saat ini sudah dievakuasi ke RSUD Lewoleba. Kami masih selidiki motif dan penyebabnya,” ungkap Yohanis.

"Hasil pemeriksaan luar nanti saya informasikan," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved