Pastikan Tak Ada PMK yang Masuk ke Kota Bogor, DKPP Sekat Peredaran Hewan Ternak di 5 Titik

Langkah preventif itu, dilakukan dengan cara pemeriksaan dan pembatasan di lima ruas jalan yang ada di Kota Bogor maupun perbatasan Kota Bogor.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Kandang Hewan Sapi yang dilakukan pemantauan oleh DKPP Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor lakukan langkah preventif untuk mencegah masuknya hewan yang terindikasi membawa Penyakit Mulut dan Kaki ( PMK).

Langkah preventif itu, dilakukan dengan cara pemeriksaan dan pembatasan di lima ruas jalan yang ada di Kota Bogor maupun perbatasan Kota Bogor.

Terlebih, saat ini menjelang Hari Raya Idul Adha 2022.

"Kita sudah menurukan tim penyekatan di 5 titik. Bekerja sama dengan Dishub, Pol PP, dan Polresta Bogor Kota. Lima titik itu mulai dari Simpang Yasmin, Bubulak, Tajur, Pomad, dan Pamoyanan," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor Anas S Resmana kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (2/6/2022).

Dari lima titik itu, tambah Anas, pihaknya membaca konsep peredaran atau masuknya hewan ternak yang diangkut ke Kota Bogor.

"Lima titik yang dijaga ketat itu pun, bisa membatasi masuknya hewan untuk diperiksa sebelum masuk ke RPH yang ada. Kalau Yasmin untuk membatasi yang masuk dari arah Tol, kemudian Tajur untuk membatasi dari arah Ciawi, Bubulak untuk membatasi dari arah Dramaga dan Leuwiliang, Pomad arah Depok dan Cibinong, serta Pamoyanan membatasi arah Cihideung Sukabumi," jelas Anas.

Dari penyekatan itu pun, diakui Anas, terdapat pemeriksaan dokumen dari hewan ternak tersebut.

Adapun, indikatornya itu, hanya berbentuk dokumen dari dinas terkait asal hewan.

"Kita memeriksa pertama dokumen Surat Keterangan Hewan Sehat (SKHS) dari peternak, dan dokumen pengeluaran dinas asal hewan itu. Namun, beda dengan penyekatan Covid. Kalau itu lebih intens. Kalau ini sesuai jam kerja saja," bebernya.

Ketika disinggung soal keefektifan penyekatan hewan, tegas Anas, hingga saat ini terbilang cukup efektif.

Pasalnya, hingga saat ini, Kota Bogor masih belum ditemukan adanya PMK.

"Sampai hari ini kita zero kasus. Secara absolut hasil lab itu tidak ada kita masih zero. Karena hasilnya itu harus dari lab dan saat ini belum ada,

"Kita pun lakukan monitoring di tingkat kecamatan. Bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) untuk mengecek PMK ini ditingkat wilayah. Monitoring yang dilakukan masuk ke pasar-pasar," imbuh Anas.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menyebutkan, PMK ini hanya menyebar di hewan saja.

Sehingga, hewan yang terindikasi PMK masih aman untuk dikonsumsi bagian daging maupun hasil susu.

"Kita terus berkoordinasi dg Kadistan. Alhamdulillah di kota bogor hasil monitoring dari Distan PMK belum ada di Kota Bogor. Selain kota Bogor bukan daerah peternakan juga terus dilakukan pemantauan dan pemeriksaan," kata Kadinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno kepada TribunnewsBogor.com.

"Daging dan susu hewan yg terjangkit PMK aman dikonsumsi. Karena PMK pada hewan tidak menular ke manusia dan bukan penyakit zoonosis," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved