Politisi India Hina Nabi, Al-Qaeda Bereaksi

Organisasi teroris itu mengatakan dalam sebuah surat bahwa pemboman bunuh diri ini adalah untuk "membalas" pernyataan yang menghina Nabi Muhammad, lap

Tayang:
Editor: Yudistira Wanne
Tribun Network
Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan dan membakar foto Nupur Sharma, juru bicara Partai Bharatiya Janata (BJP) India selama demonstrasi menentang pernyataan tentang Nabi Muhammad yang dibuat olehnya, di Karachi pada 7 Juni 2022. Kelompok teror Al-Qaeda di Anak Benua India (AQIS) mengancam akan melakukan bom bunuh diri akibat pernyataan para politisi yang menghina Nabi Muhammad 

Qatar, Arab Saudi, Oman, Uni Emirat Arab, Indonesia, Afghanistan, Pakistan, dan Iran mengecam komentar mantan juru bicara BJP Nupur Sharma.

Sharma kini diskors oleh partainya menyusul kontroversi tersebut.

Baca juga: Ini Sosok Penculik Anak di Bogor, 3 Kali Masuk Penjara, Pernah Ikut Latihan Teroris di Poso

Pernyataan itu juga dikutuk oleh koalisi global yang kuat dari negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

OKI mengatakan bahwa penghinaan itu dilontarkan di tengah suasana kebencian yang semakin intens terhadap Islam dan pelecehan sistematis terhadap Muslim di India.

Setelah kemarahan global, kementerian luar negeri India mengklaim pernyataan ofensif Nupur Sharma itu tidak mencerminkan pandangan pemerintah.

"Kami telah melihat pernyataan tentang India dari Sekretariat Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI)."

"Pemerintah India dengan tegas menolak komentar Sekretariat OKI yang tidak beralasan dan berpikiran sempit," kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.

Kementerian itu membela bahwa komentar yang merendahkan kepribadian religius hanya dibuat oleh individu-individu tertentu.

"Mereka, dengan cara apa pun, tidak mencerminkan pandangan Pemerintah India."

"Tindakan keras telah diambil terhadap orang-orang ini oleh badan-badan terkait," kata kementerian itu.

"Sangat disayangkan Sekretariat OKI kembali memilih untuk melontarkan komentar yang memotivasi, menyesatkan dan nakal."

"Komentar itu hanya memperlihatkan agenda memecah belah yang dikejar atas perintah kepentingan pribadi," kata kementerian luar negeri India.

Baca juga: 7 Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Jabar, Diduga Jaringan JI

Meningkatnya kejahatan rasial di India juga disebutkan oleh Washington pekan lalu.

Menteri luar negeri AS Antony Blinken mengatakan bahwa peningkatan serangan terhadap jemaah dan tempat ibadah justru terjadi di tempat demokrasi dan rumah bagi keragaman agama terbesar di dunia.

Departemen luar negeri AS mengatakan, beberapa pejabat malah mengabaikan atau bahkan mendukung meningkatnya serangan terhadap orang dan tempat ibadah di India.

(Tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved