Sungai Masih Jadi Tempat Sampah Raksasa, PPLI Geber Ciliwung

Kesadaran masyarakat akan buang limbah rumah tangganya dengan benar masih jauh panggang dari api.

Editor: Yudistira Wanne
Istimewa
PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) menginisiasi program kolaboratif "GEBER untuk Ciliwung Bersih". 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kesadaran masyarakat akan buang limbah rumah tangganya dengan benar masih jauh panggang dari api.

Sebagian masyarakat di kota besar yang mayoritas kalangan terdidik juga tak menjamin tidak berbuat tercela terhadap lingkungan.

Salahsatunya adalah perilaku sebagian warga di bantaran sungai, mereka menganggap cara paling praktis melenyapkan sampah rumah tangga dengan melemparnya ke daerah aliran sungai.

Mereka tak sadar perilaku tersebut bakal menimbulkan malapetaka ketika musim penghujan tiba.

Sampah- sampah yg dibuang ke sungai pun ternyata beragam, bukan hanya plastik atau bungkus nasi, tapi juga ban bekas, kasur, lemari hingga alat elektronik seperti televisi, batu baterai dan lampu yang tak terpakai lagi.

Mereka tak sadar barang elektronik itu merupakan limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) yang dapat membahayakan jiwa manusia.

Melihat hal itu, perusahaan pengolah limbah B3 PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) menginisiasi program kolaboratif "GEBER untuk Ciliwung Bersih".

Geber ini merupakan singkatan dari gerakan bersama. Suatu istilah untuk sebuah kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama atau kolaboratif.

Demikian diungkapkan Manajer Humas PPLI, Arum Tri Pusposari kepada media di sela-sela kegiatan Geber Ciliwung markas Rindam Jaya, Sabtu (18/6/2022).

"Kegiatan Geber Ciliwung ini berlangsung selama tiga hari sejak 16 Juni dan berakhir hari ini (18/6)," tandas wanita yang sudah bersamai perusahaan tersebut selama lebih dari 16 tahun.

Geber Ciliwung, lanjut Arum, merupakan kegiatan sosial perusahaan dengan mengambil momentum hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh tanggal 5 Juni. " Sekaligus menyongsong HUT DKI ke 495 pada 22 Juni mendatang dan HUT PPLI ke 28 tahun," ungkapnya.

Dalam kegiatan gotong royong yang melibatkan berbagai stakeholder diantaranya Kodam Jaya, Dinas Lingkungan Hidup DKI, Dinas Bina Marga DKI, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan DKI, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, lembaga kemanusiaan Indonesia Care, Brigade Relawan Nusantara dan komunitas Ciliwung Mat Peci juga dilakukan penanaman sejumlah pohon buah maskot Jakarta, dan melepas 495 ekor bibit ikan di sungai Ciliwung.

Hadir dalam kegiatan yang sedianya mengundang Gubernur DKI Anies Baswedan namun berhalangan hadir tersebut dimulai dari aktifitas peninjauan darat kegiatan kerja bakti oleh KASDAM dan Aster Kodam Jaya, kemudian melakukan susur sungai dari kolong jembatan TB Simatupang hingga dermaga II Rindam Jaya.

Sejumlah pejabat turut serta dalam susur sungai diantaranya Kasdam Kodam Jaya, Kadis LH DKI, Presiden Direktur PT PPLI Yoshiaki Chida. Setelah tiba di Rindam Jaya digelar penyerahan simbolis beberapa tempat sampah besar berkapasitas 600 liter ke sejumlah pengurus lingkungan di bantaran sungai Ciliwung.

Kemudian acara ditutup dengan diskusi lingkungan yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan (AJPI) dengan judul Sungai Ciliwung, Sebuah Potensi yang Tenggelam.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved