Sampah Bambu Mengular di Sungai Cikeas Bogor, KP2C Ingatkan Hal Ini
Sampah bambu menjadi satu di antara banyaknya sampah yang terdapat di aliran sungai Cikeas. Puarman meminta agar masyarakat sama-sama peduli.
Penulis: Reynaldi Andrian Pamungkas | Editor: Yudistira Wanne
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, GUNUNGPUTRI - Masalah yang terjadi di Sungai Cikeas, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, begitu kompleks.
Permasalahan di sungai tersebut begitu banyak, mulai dari sampah bambu hingga sampah rumah tangga yang dibuang ke aliran sungai.
Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Puarman mengatakan bahwa di Sungai Cikeas ini untuk limbah industrinya hampir tidak ada.
"Tapi masalahnya itu adalah sampah bambu dan sampah domestik yang terbawa arus, hingga menyumbat," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (30/6/2022).
Baca juga: Gundukan Sampah di Bantaran Sungai Cikeas Bikin Jengkel, KP2C Minta DLH Kabupaten Bogor Bergerak
Menurutnya, sampah bambu ini bila dalam keadaan hujan atau debit air sedang tinggi, maka bambu tersebut akan hanyut ke hilir, hingga diangkut oleh beberapa truk.
Dalam kurun waktu satu tahun, sampah bambu ini bisa terjadi hingga 15 sampai 20 kali, yang mengakibatkan penyumbatan Sungai Cikeas.
Puarman mengungkapkan bahwa sampah bambu ini pernah menyumbat hingga panjangnya 160 meter.
"Bayangkan, sungai tertutup sampah bambu yang panjangnya hingga 160 meter, itu pernah terjadi pada tahun 2020 kemarin," jelasnya.
Pada tahun 2022 ini, penyumbatan oleh sampah bambu tersebut sudah terjadi sebanyak empat kali.
Tetapi, di tahun 2022 ini panjang sampah bambu tersebut masih terbilang pendek, yaitu 40 sampai 60 meter.
"Sampah bambu 40 meter saja sudah 3 tuk untuk mengangkut sampah bambu tersebut," katanya.
Dengan adanya kejadian ini, pihak KP2C pun melakukan upaya, dengan cara melakukan penyusuran sungai mulai dari hulu ke hilir Sungai Cikeas.
Dalam penyusurannya ini, KP2C menemukan fakta bahwa 50 persen sampah bambu tersebut berasal dari wilayah Kabupaten Bogor, yang tepatnya dari arah Kecamatan Gunungputri, seperti Kranggan, Bojong Nangka dan Cikeas Udik.
Baca juga: Petisi untuk Presiden RI Dibuat, KP2C Inginkan Sungai Cileungsi dan Cikeas Segera Dinormalisasi
Lalu, 25 persennya berasal dari wilayah Kota Depok, yang tepatnya di Leuwinanggung dan Tapos, serta 25 persen lainnya dari Kota Bekasi pada daerah Jatirangga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/sampah-bambuu.jpg)